Kunikmati tubuh Kiki,istri temanku…

Dulu saat aku masih tinggal di Bali,aku tinggal dirmh saudaraku. Karena saudaraku itu mau pindah dinas dan sisa kontrak rumah itu masih setahun,maka akulah yang disuruh tinggal dsna sendirian. Akupun setuju. Bbrp hari kemudian,ada seorang tmnku SMP dulu dari kota J*mber menelpon bahwa dia akan ke pulau Bali untuk kerja dan membawa istrinya. Rupanya mrka ini pengantin baru. Sebut saja tmnku itu,Donny ( 26 thn ) dan istrinya Kiki ( 24 thn ). Donny ini ke Bali karena lowongan kerjanya diterima perusahaan tmpt dia melamar kerja. Memang tmptnya lumayan jauh dr rmh ku. Dan dgn terpaksa,dia blg dia akan membawa istrinya jg utk skalian bekerja di Bali. Namun,donny bercerita bahwa dia masih blm ada tmpt tinggal di Bali,dan uangnya blm cukup utk mengontrak rmh. Kost ? Istrinya tak mau kost. Akhirnya kutawarkan utk tinggal dirmhku, setelah kuceritakan bahwa aku tinggal seorang diri. Setujulah pengantin baru ini.
Aku sudah bertemu dan dikenalkan dengan Kiki oleh Donny sendiri. Biar kenal katanya. Jd aku tak lagi merasa canggung bila bertemu. Selang bbrp hari stlh kabar tsb,Donny dan Kiki tiba dialamat rmhku mlm hari didaerah Dal*ng P*rmai setelah sblmnya kuberitahu soal alamat rmhku tsb. Setelah turun dr taksi,kusambut dan kusuruh mereka masuk. Sebelumnya memang telah kusiapkan kamar buat mrka,krn kebetulan rmh sdraku ini memiliki 3 kamar cukup besar dan 2 kamar mandi. Setelah mereka membersihkan diri,kami pun ngobrol2 diruang tengah.
“Gmn tadi perjalanan..?”tanyaku.
“Lumayan capek. Ehh…sblmnya,sori bgt lho klo ngerepotin. Tp mau gmn lagi,aku gw ada kenalan di Bali. Cuman elo doank..”kata Donny.
“Ga usah sungkan…santai aja. Toh jg biar rmh rame. Malah seneng aku ada kalian.”,jawabku.
“Ya..kita toh jg ga bakal lama2 mngkn. Setelah uang cukup,kami jg bakal nyari kontrkan sndri..”,sahut Donny.
“Ya…santai aja. Tinggal aja dsni. Anggep rmh sndri pokoknya.”,jawabku sambil tersenyum.
Hari pertama mrka,lancar. Mlm itu mrka beristirahat,karena besoknya,Donny musti brngkt ke tmpt dia bekerja didaerah Dps. Sementara istrinya,masih mencari2 lowongan kerja part time.
Paginya,Donny tampak sudah bersiap2 berangkat,dan istrinyapun sudah memasak sarapan untuk kami. Sementara aku,baru saja bangun.
“Naik apa ya ke Dps pagi2 gni. taksi kemahalan…”ujarnya.
“Ga ada selain taksi. Udah,lo pake aja motor gw yg matic tuh. Gw ntar naik motor sdra gw.”,jawabku.
“Gak apa-apa…?”tanyanya.
“Ahh…elo kyk baru kenal gw aja. Pake aja. Santai aja…”jawabku sambil tersenyum.
Akupun segera menuju kmr mandi untuk mandi. Saat mandi,kudengar Donny telah berpamitan utk berangkat. Setelah mandi,aku keluar kamar mandi hanya dgn sehelai handuk menutupi perut kebawah,aku lupa klo saat itu masih ada istri Donny dirmh itu.
“ehh….sori.. aku lupa klo ada kamu,Ki…”,kataku setengah kaget saat kudapati Kiki sedang menonton Tv di ruang tengah,dimana aku harus melewatinya utk mnju kmrku.
“Gpp..Kiki udh biasa koq,mas…”,katanya sambil tersenyum.
Setelah berganti pakaian dikmr,aku keluar untuk bersantai sejenak. Aku memang sedang ambil bonus libur dr kantor,krn bbrp bln sblmnya aku masuk terus tnpa libur slama 4 bln full 12 jam kerja. Jadi aku mendapat jatah libur total 1 minggu full. Saat aku keluar ternyata Kiki jg baru saja selesai mandi dan hanya mengenakan handuk utk menutupi tubuhnya. Sambil berlari kecil dia masuk kamar. Aku menonton Tv.
Kulihat pintu kmr Kiki tak dikuci dan hanya tertutup setngh. Mungkin lupa,pikirku. ( tp masa’ sih lupa…? ):p
Penasaran,sambil ku berjalan pelan kucoba melewati pintu tsb dan mengintip sekilas. Astaga….:-o Kiki tampak sedang mencari2 pakaiannya dlm keadaan telanjang. Posisi tubuhnya membelakangiku,jd dia tak sadar kalo aku melihat tubuhnya yang mulus. Antara bingung,penasaran,mupeng,dll…maka aku memutuskan untuk melihat sejenak tubuh mulusnya. Tak kusangka,kiki mempunyai tubuh semulus dan seseksi itu.:D
Takut Kiki menyadari perbuatanku,aku langsung kembali ke tmptku semula. Kiki pun keuar kmrnya dan mengobrol denganku. Kami cepat akrab dan dekat,krn memang sblmnya kami sudah pnh bertemu dan ngobrol2.
Menjelang siang,aku berangkat kermh tmn,smntara Kiki pamit akan tidur. Hingga mlm,satt Donny sudah plg,akupun baru plg. Hari kedua,ketiga,lancar.
Bbrp hari kemudian,kami bertiga sudah sangat akrab. Donny tak canggung lg meninggalkan istrinya berdua dirmh bersamaku. Hari itu,pagi2 sekali Donny sudah besiap2 brngkt. Dia blg akan keluar kota daerah Kar*ngAs*m utk bertemu costumer dan bru kembali pulang saat malam,krn lembur. Setelah berpamitan,Donny pun berangkat. Aku spt biasa,menonton Tv,sedangkan Kiki saat itu tengah mandi.
Selesai mandi,dia kembali selalu memakai handuk dan berlati menuju kmrnya utk ganti pakaian. Lagi-lagi….pintunya tak ditutup sepenuhnya. Karena semakin penasaran,kucoba utk mengintip Kiki dr celah2 pintu. Nampaklah tubuh indah Kiki. Rupanya,Kiki sadar akan perbuatanku. Dia serasa menyadari telah kuintip. Siall…pikirku…:(
Aku buru2 kembali menonton Tv,sedang Kiki keluar dr kmr dan duduk disebelahku. Ternyata dia cuek saja akan kejadian itu.
“Kayaknya tadi ada yg liat Kiki lg ganti baju deh….”,sindirnya tiba2.
Aku malu bukan main…
“Emang mas penasaran ya ama Kiki,koq ampe bbrp hari ini slalu ngintipin kiki.”,sindirnya lagi.
Daasshh…..Malu sekali. Bingung mau jwb gmn,akupun diam.
“Kok diem,mas. Klo penasaran,blg aja,mas. Gpp koq. Jadi Kiki bisa bikin mas ga penasaran lagi.”,katanya lagi.
“Maksdnya…?”tanyaku balik krn seakan mendapat sinyal.
“Ya,klo mas penasaran,blg aja. Kiki bisa bikin mas ga penasaran lagi ama Kiki. Asal mas ga blg2 ke Donny. Krn Kiki rasa jg mas udah baik bgt ama Donny dan Kiki. Sapa tau,Kiki bisa nebus.”,jawabnya.
“hah…? Emang mksdnya itu gituan..?”tanyaku sok polos.
“Ya kalo mas butuh dan pengen,ya gpp…asal Donny ga tau.”,jawabnya.
Wuaahhh…….!!! bnrkah ini…? Pucuk dicinta ulampun tiba.:p
“hmmm…..klo gt. okelah. Donny ga bakal tau. Lagian aku penasaran bgt ama kamu,Ki…”,jawabku.
“Terus..?”,tanya Kiki menggoda.
“Terus,ya…..ayoo….”,ajakku.
Kurangkul pundaknya,Kiki diam saja. Kemudian,Kiki malah merapatkan tubuhnya.
Tanpa panjang lebar,segera kucium bibir Kiki,dan dia membalasnya. Kami pun berciuman cukup lama. Kiki yang hanya mengenakan daster kala itu,langsung kulucuti. Wooww…Kiki ternyata tak memakai bra. Disela enaknya berciuman,dan meraba payudara Kiki,tiba2 Kiki berkata.
“Mas…tutup aja dulu pintunya. Trus kita kedalam aja. tkt ketahuan org. Jaga-jaga aja.”,katanya.
“Oke.. Kmu tunggu aja dl dikamarku,Ki.”ujarku.
Akupun segera beranjak menutup pintu dan kukunci. Ternyata Kiki sudah menunggu didalam kamarku sambil tiduran. Tak lupa,kusetel DVD musik sedikit keras diruang tengah,utk menyamarkan suara2 kenikmatan. Akupun segera menyusul kekamar. Setelah didalam kamar,kuhampiri Kiki yang hanya mengenakan CD. Daster yg semula dipakainya,dan kulucuti sblmnya itu ditaruhnya di sofa ruang tengah. Aku segera melepas celanaku,hingga telanjang. Tempaklah penisku yang sudah tegang.
Kulihat pula,Kiki dengan tubuh mulusnya itu tengah tidur terlentang. Kuhampiri,dan segera kutindih tubuhnya. Kuciumi bibirnya,hingga leher. Lalu,kudaratkan lidahku dikawasan Gunung Kembarnya. Kulihat sepintas,Kiki memiliki payudara cukup indah,padat dengan puting kecoklatan. Kujilati puting itu dan kuhisap penuh nafsu. Kiki menggelinjang kecil.
Ciumanku pun terus merambat ke area selangkangannya yang bersih itu. Kulihat,vagina Kiki tanpa bulu sehelaipun. Mulus,dan terlihat masih sangat peret. Kudaratkan lidahku di bagian bibir vaginanya. Kubuka dengan jari,lali kujilat klitorisnya yang mulai menegang. Vagina Kiki cukup wangi. Krn dia katanya sering membersihkan dengan daun Sirih kemasan yang ada di iklan2 Tv. Kujilati bibir vaginanya,dan terkadang kumainkan klitoris Kiki dengan lidahku. Otomatis itu membuat Kiki menggelinjang keenakan,dan merintih. Setelah cukup basah,kusudahi adegan jilmek itu. Lalu,aku tidur terlentang,sedang Kiki mulai menciumi perutku hingga kebawah. Digenggamnya batang penisku yang menegang itu,dan dikocoknya. Dia jilati perlahan2,dan kemudian dikulumnya. Hangat dan lembutnya bubur Kiki membuat aku sangat bernafsu. Sesekali dia mainkan “bola”ku dengan lidah dan mulutnya. bbrp menit kemudian,Kiki menyudahi hisapannya. Dan dia mulai menaiki tubuhku. Dia menduduki bagian bawah perutku. Digenggamnya penisku,dan dimasukkannya ke dalam vagina beceknya. Terasa peret sekali vagina Kiki. Menggigit…
“Agghh…..”,desahnya saat penisku memasuki vaginanya.
Ditekannya tubuhnya,hingga penisku tertelan didalam vaginanya.
Kiki muali bergerak perlahan2,sambil mendesah. Kuremas payudaranya.
“Sshh…Agghhhhh…Agghh…”,desah Kiki sambil memejamkan matanya.
Kiki bergoyang semakin cepat. Naik-turun,dan terkadang dia bergoyang
Kiki terus bergoyang dengan liarnya menunggangi penisku. Sementara aku merasakan nikmat karena jeputan vagina Kiki. Bbrp menit,Kiki mencabut penisku,dan dia mengambil posisi Doggy.
“Mas…doggy ya…”,katanya sembari nungging.
“Pasti..”,jawabku.
Segera aku beralih ke bagian belakang tubuhnya. Kubenamkan penisku perlahan2 didalam vaginanya. Kudorong hingga masuk sepenuhnya.
“Agghh….mas…..”,rintihnya.
Aku pun segera mendorong penisku maju-mundur didalam vaginanya. Terkadang kupercepat dan kupelankan gerakanku.
“Aggh…Aggh…Aggh…….ohh….”,rintih Kiki saat aku menggenjot tubuhnya dr belakang.
Rupanya Kiki sangat menikmati doggy ini,jadi aku melakukan doggy lebih dr 5 menit.
“Terus…masss…ohhh……aggh…”,rintihnya tnpa henti.
Suara erangnnya,dan rintihannya cukup keras. Untungnya tertutup oleh suara musik yang kusetel diruang tengah hingga tak akan terdengar sampai keluar erangan itu.
Bbrp menit kemudian,kuhentikan sejenak gerakanku. Menrasakan kenikmatannya terhenti,Kiki malah menggoyangkan tubuhnya maju-mundur agar penisku itu kembali menusuk-nusuk vaginanya. Kubiarkan Kiki bergoyang selama bbrp menit. Dan kemudian,kupegang pantat dan pinggulnya,dan aku kembali menggoyang tubuhnya. Kali ini lebih cepat. Kiki merintih tenpa henti.
“Agghh….agghh…Mass…terus…Aggh….”,erangnya.
Bbrp maneit kemudian,kucabut penisku.
Dan kubaringkan Kiki terlentang. Sambil Kubuka selangkangannya, kulumat bibir kiki yang seksi itu. Sambil kemudian kuhisap puting payudaranya. Kenyal sekali payudara Kiki. Benar2 istimewa,pikirku…:D
Perlahan kumasukkan kembali penisku ke dalam vaginanya.
Bleess… masuklah semua batangku. Kugerakkaan perlahan-lahan,sambil kuciumi dan kujilati payudara Kiki.
“Ssshh…agghh…..agghh..”,desahnya.
Kaki Kiki merangkul pinggangku dn mencoba membantu doronganku agar lebih keras dan cepat. Akhirnya,kupercepat gerakanku.
Vagina Kiki kurasakan sudah sangat basah sekali. Selagi aku bergerak cepat,Kiki tampak merangsang klitorisnya dengan jari tangannya.
“Aggh…..teruss..masss…Agghh….”,erangnya.
“Aggh…Kiki mau..keluarr..mass…aggh…terus..mas..ahh..”,erangnya.
Tak lama kemudian,Kiki mengerang cukup keras dan panjang.
“Ahhhhh….Agghhhhhhh…Ouugghh…Mppphh…Oggh….”erangnya saat orgasme.
Kuhentikan sejenak gerakanku. Lalu,setelah itu kembali kugenjot tubuh Kiki.
AC dlm kamar itu tidak bisa membuat kami kedinginan. Yang ada kami malah kepanasan.:D
Bbrpa menit setelahnya,kurasakan sesuatu akan keluar dari ujung penisku.
“Keluarin dmn,Ki…?”tanyaku.
“Mulut aja,mas…”,jawabnya.
Segera kegenjot dengan cepat tubuh Kiki. saat hendak muncrat,aku segera berbaring terlentang. Dan Kiki pun tanggap. Dia langsung menggenggam batang penisku,dan mengocoknya dengan cepat. Sesekali dihisapnya kepala penisku yang sedikit memerah itu. Dan sesekali dimainkannya lubang diujung penisku.
Wajah Kiki tampak nakal sekali. Ternyata penisku saat itu tidak kansung memuncratkan lahar. Jadinya Kiki kembali meng-oral penisku. Dikocoknya dengan cepat.
“Keluariin..mas..di mulut Kiki…Aghh….ayo,mass…”,desahnya memancing dengan wajah nakalnya.
Tak lama kemudian,lahar panas yang sebenarnya akan segera menyembur.
“Agh…Ki…isep..Ki…” desahku pelan.
Kiki segera menjulati kepala penisku dan kemudian menghisapnya. Lalu…..:)

CROOTT…CROOT…CROTTT….!!!

Muncratlah sperma kentalku memenuhi rongga mulut Kiki. Sambil terus dihisapnya,tampak sedikit ada lelehan spermaku yang keluar dr sela bibirnya saat masih asik menghisap.
Lalu,dia hentikan sejenak hisapan itu. Tampak dia menelan spermaku,dan kemudia dijilatinya kembali batang penisku yang masih terdapat lelehan sperma tadi. Setelah dijilatinya hingga tak tersisa,dijilatinya dan dihisapnya kepala penisku. Itu membuat aku sangat kegelian.
Benar-benar servis yang sangat istimewa….pikirku.=p~
Setelah permainan itu usai,hari telah menjelang siang. Kami masih berbaring dikmrku. Lalu,berpakaian dan menonton Tv bersama. Saat kembali horny,kami melakukan perselingkuhan nikmat itu kembali. Disofa,didapur selama seharian penuh. Benar-benar puas sekali hari itu.
Malamnya,saat Donny plg,kami kembali bersikap spt biasa dan tak ada apa-apa.
Itu berlangsung selama aku libur. bbrp bln kemudian,mereka berdua pindah,karena telah mendapat kontrakan yg ditanggung perusahaan.
Namun terkadang,aku main ke rmh mrka,terutama saat Donny tak ada. Untuk sekedar melepaskan nafsu dan kenikmatan.
Kini aku tak lagi berada di Bali,dan sdh lama aku kehilangan kontak dgn mrka.
Namun masih ada sisa kenangan bersama Kiki.

Categories: Uncategorized

Kisah Manis Anak Kos ( Ida yang Centil)

Seri : Ida yang Centil

Hampir 2 bulan sudah aku tinggal di di rumah kos bik Sumi ini, selain kisah asmaraku dengan Siti yang terus berlanjut aku mulai akrab dengan penghuni kos terutama para suami. Sering kali kami ngobrol di warung bik Umi, cerita cerita masalah pekerjaan dan rumah tangga. Tentu saja aku tetap menyisihkan waktu buat Siti. Dengan kode tertentu kami tetap aman berhubungan. Hanya mas Imam penjual bakso yang agak jarang ketemu karena biasanya dia pulang jam 11 an disaat kami semua sudah mulai masuk kamar tidur.
Adalah mas Tony dari kamar nomor 3 yang kerja di pabrik roti sangat akrab dengan ku bahkan istrinya juga tak jarang ikut nimbrung di obrolan kami. Istri mas Toni namanya Ida umur 22 tahun, cukup cantik dan sexy, warna rambutnya sering berubah, maklum dia kerja di salon. Tubuhnya terawat bahkan terkesan selalu harum. Aku mengagumi kecantikan Ida yang sering kulirik diam diam ketika kami ngobrol ataupun ketika dia lewat di depan kamarku. Orangnya agak centil, tubuh mungil banyak bicara dan cenderung mau menguasai pembicaraan. Kulit nya putih bersih dan berbulu halus. Yang paling menggairahkan adalah bentuk payudaranya yang menantang. Dia suka mengenakan kemeja kerja yang ketat sehingga kancing depannya tidak mampu menampung sisi dadanya sehingga menjadi sedikit terbuka. Dari celah kancing kemeja inilah aku sering mengintip belahan payudaranya. Nampaknya hal itu disadari oleh ida tapi dia cuek saja bahkan terkesan menantang membuatku penasaran.
Suatu pagi aku bersiap berangkat kerja, kupanaskan motorku sambil mengencangkan jaket, tiba tiba berkelebat bayangan Ida di belakangku dan langsung menepuk pundakku.
“Dit.. aku nebeng ya… “ ida setengah berteriak karena bersaing dengan suara motorku.
“Lho… mas Tony kemana? Kok nggak sama sama?” tanyaku
“Mas tony pulang kemarin malem, lagi ngurus KTP dikampung” jawabnya sambil mengenakan helm
“ooo … kapan balik?”
“Senin malem baru nyampe… dia minta libur hari ini, besok khan udah minggu … ayo ah.. telat nih sambil jalan aja ngobrolnya” kembali sifat aslinya keluar, dia ini orangnya suka memerintah. Akhirnya kami pun berangkat bersama diiringi senyum cemburu Siti ketika kami berpapasan di depan warung. Aku berhenti di sebuah salon tempatnya ida bekerja, ternyata searah dengan perjalananku ke tempat kerja.
“nanti pulang jam berapa dit?” ida kembali menanyaiku
“sekitar jam 6 an lah, knapa mau di jemput?”
“iya.. boleh nanti aku ijin pulang jam 6 aja deh”
Siang itu dikantor beberapa teman ngajakin karaoke sepulang kerja, tapi engingat janiku dengan ida aku tidak mau ikut. Aku pulang jam setengah 6 dengan perhitungan jam 6 sudah nyape di salonnya Ida. Sesampai disalon aku langsung nyelonong ke dalam mencari ida, aku dikenalkan dengan rekan kerjanya 2 orang cewek dan 2 orang cowo bencong. Sementara kepada bosnya seorang wanita setengah baya aku diperkenalkan sebagai adik iparnya. dia minta ijin pulang lebih cepat dengan alasan urusan keluarga. Menurut ida biasanya mereka baru boleh pulang setelah salon tutup sekitar jam 7 an. Kami pun berangkat, di perjalanan aku tawarin ida untuk singgah makan malam dan ida mengiyakan dengan syarat aku yang traktir. Kami mencari warung lesehan di perjalanan pulang, pembicaraan berlanjut sembari makan sampai akhirnya menyentuh hal yang agak pribadi mengenai hubungannya dengan suaminya. Ida cerita bahwa suaminya agak loyo, mungkinterlalu capek karena pekerjaan, di usia perkawinan yang baru 2 tahun dia hanya di beri jatah sekali seminggu sama suaminya itupun ida jarang mendapat kepuasan. Katanya jauh beda ketika baru baru menikah, mas Tony sanggup bercinta setiap hari dengan kepuasan maksimal. Pada intinya ida lebih banyak menguasai pembicaraan, ceritanya mengalir begitu saja tanpa perlu aku pancing dengan pertanyaan. Sampai akhirnya pada pokok pembicaraan yang kumulai …..
“kata orang, wanita berbulu itu libidonya tinggi… bener gak sih?” pancingku
“mungkin aja benar, aku sendiri soalnya selalu merasa kurang di ranjang sama suami” jawabnya tanpa beban
“ya jelaslah… wong kamu Cuma dikasi seali seminggu… maksudku wanita berbulu itu katanya lebih hangat dan lebih menggairahkan kalao di ranjang” aku menimpali
“menurut kamu aku gimana?” dia balik bertanya
“ya… pandangan luar sih bener menggairahkan tapi khan belum coba dalamnya he…he” aku nyengir.
“ooo tahu… kamu pingin nyoba ya…” ida mencubit lenganku, aku ahanya meringis mengiyakan.
“kalo dikasi sihh…. Mumpung ada kesempatan… “ kataku
“hush… kamu ada ada saja… sana bayar makanan” perintahnya
“habis itu?” aku bertanya berlagak bego. Ida terdiam sesaat..
“terserah kamu deh…. “ akhirnya keluar juga jawaban yang kutunggu. Bergegas aku membayar makanan dan segera melarikan ida mencari losmen yang bayak bertebaran disekitar situ. Setiba di dalam kamar aku langsung memeluk ida dengan gemas. Kuciumi dia dan seperti biasa aku mendapat aroma keharuman dari tubuh ida seperti yang selalu kucium.
“aku sudah lama mengharapkan ini… kmu tahu nggak kalo kamu selalu bikin aku penasaran…” ucapku
“aku tahu… kmu sering lirik lirik dadaku kan? Godanya…
“iya… sekarang aku nggak perlu melirik” kubanting ida dengan ganas ketempat tidur, dengan kasar kubuka kancing bajunya satu persatu.. kupaksa dia melepas bajunya yang kemudian ku lemparkan begitusaja ke lantai kamar. Tanganku langsung membuka ikat pinggang dari celana jean yang dikenakannya… kupeloroti sampai benar benar terlepas dari tubuhnya yang mungil. Aku berdiri sesaat memandang dengan puas hasil kerjaku yang tengah terlentang ditempat tidur. Kemudian serta merta kutubruk tubuhnya .. kulumat bibirnya dengan ganas dan ida mnanggapi nya dengan baik. Permainan kulum mulut dan bersilat lidah aku nikmati.. tampak ida terengah engah… aku tidak memberinya kesempatan aku melanjutkan membuka Bh yang dikenakannya. Kemudian kuploroti juga CD nya… sekarang terpampanglah tubuh yang selama ini hanya bisa ku intip itu polos terlentang tanpa sehelai benangpun. Aku membuka pakaianku sendiri sampai benar benar telanjang. Tampak ida tertegun menyaksikan burung ku yang sekarang benar benar terlepas. Puas memandangi tubuh ida , aku kembali menciumi bibirnya kemudian berlanjut ke blahan gunungnya tangan ku tak hentinya memaninkan dan meremas toket besar ida. Bahkan sekarang aku membenamkan wajahku diantara belahan toketnya. Jilatanku mulai turun kearah pusar. Kecupan kecupan kecil disekitar pusar membuat pinggul ida meliuk liuk. Aku menikmati bulu bulu halus dibawah pusarnya, terus turun sampai akhirnya kucium bau yang sangat khas…. Bercampur dengan bau harum tubuhnya ida. Kuarahkan lidahku keselangkangannnya . mulanya kujilat dengan halus dan perlahan tapi kemudian kuhisap dengan kasar.. ida berteriak kecil.
“ enak sayang… teruskan…. Ouuugh….. “ ida meracau.pantatnya mulai terangkat tinggi dan tangannya meremas keras rambutku … tiba tiba dia melepaskan tubuhnya….
“ough…. Aku keluarrrrrr……… “ jeritnya panjang dan memang benar kuarasakn ada cairan anyir menetes disela sela mis V nya… tiba tiba ida mendorongku… dan dia sudah bersimpuh di pinggir tempat tidur…
“Sekarang giliranku “ katanya… tanpa menunggu persetujuanku mulutnya langsung mengarah ke selangkangan ku aku mengerti maka kubiarkan saja dia melakukan tugasnya. Kusibakkan rambutnya sehingga aku leluasa menyaksikan penisku keluar masuk di mulutnya yang mungil. Ida tersenyum menggairahkan urutan dan kocokannya diselingi dengan hisapan hisapan pada penisku membuat darahku memuncak. Aku printahkan dia untuk berhenti… sayang kalau spermaku harus kubuang di mulutnya…
Aku minta dia tidur dan kumulai lagi dngan permainan mulut serta hisapan pada payudaranya, tapi kali ini disertai panetrasi … susah payah penisku akhirnya bisa masuk keseluruhannya dan gerakan konvensional naik turun kulakukan dengan cepat…
“Sayang….. kontolmu besar sekali…. Aduh pepekku penuh… “desisnya
Sebenarnya bukan kontolku yang besar tapi memang lubang nya ida yang agak sempit, atau mungkin ****** suaminya lebih kecil dari punyaku.. hanya butuh beberapa genjotan saja tiba tiba ida memelukku dengan keras … giginya gemeretak… dan pantatnya terangkat tinggi untuk kemudian jatuh dengan sendirinya…. Dia mendapatkan orgasmenya kembali… hanya keluar desisan saja setelah itu den kembali ida memberikan perlawananpada setiap tusukanku. Belum berselang dua menitan tiba tiba ida kembali mengejang kali ini dengan perintah . “tancepin…. Tancepin sayang….. “ dan terdengar jeritan panjang … “ ougghhhhh….. enak sayang…….. ough…..” terasa kedutan kedutan disekitar bibir vaginanya. Posisi di balik kini ida nungging … kumasukkan ****** ku dadi belakang … baru beberapa sodokan ida bilang nggak kuat. Katanya perutnya terasa jebol.. akhirnya kami memilih posisi Women on Top dengan keadaan ini rupanya dia merasa nyaman… mulutku selalu disuguhi payudaranya … disuruh menghisap dan melumat sesekali kuremas dengan tanganku dengan kasar.. dengan posisi ini dia keluar sampai 5 kali dalam waktu yang tidak terlalu lama.
“sayang kamu mau diapain? Aku dah nggak kuat nih… “ katanya memelas
“aku aja yang diatas” kataku
Posisi dibalik lagi kali ini aku menggenjot dari atas dan kiminta dia untuk menghisap putingku…. Toh dengan posisi ini pun ida masih sempat orgasme lagi sampai akhirnya akupun tidak dapat menahan desakan lahar dari dalam penisku. Waktu aku mau cabut ida menahan “ keluarin didalam aja sayang aku pingin merasakan kehangatan spermamu…. “ mendapat ijin seperti itu aku pun merasa nyaman mengeluarkan seluruh isi laharku didalam vaginanya ida.
Kami beristirahat sejenak setelah mengalami kelelahan yang amat sangat. Ida memelukku…
“makasih sayang…. Akhirnya kau dapat yang kucari dari kamu…. Suamiku paling bisa kasi aku sekali atau du kali orgasme…. Tapi sama kamu aku dapat banyak….. aku puas… “ katanya
“ternyata emang bener kata orang .. wanita berbulu libidonya tinggi”
“masak Sih?”
“Ya dong sayang… orang lain orgasme sekali itu sudah puas aplagi dua kali dia akan bilang sangat puas.. tapi kamu orgasme dua kali kamu anggap biasa…. “ aku menjelaskan dan ida tersnyum mencibir…
“tapi hari ini aku puaaaas banget ma kamu” katanya sambil mengecup bibirku dan berlalu ke kamar mandi.
Kami sampai di rumah sekitar jam setengah sembilan, ketika bik sumi bertanya ida berkilah nungguin aku yang pulang telat. Sementara kami aman dari kecurigaan bik Sumi ibu kos ku. Kami langsung menuju kamar masing masing tanpa banyak bicara.
Aku bermaksud hendak langsung tidur karena tadi sudah madi lengkap di losmen ketika pintu belakang kamarku diketuk orang. Bergegas aku membukakan pintu dan ternyata siti berdiri disitu dengan wajah cemberut mengantarkan pakaianku. Seperti biasa dia masuk dan merapikan pakaianku di lemari hanya bedanya kali ini tidak bayak bicara.
Aku peluk pinggangnya dengan lembut.. barulah kemudian dia ngomong.
“Habis ML sama Ida ya…? Ngaku aja…. Nggak apa apa kok… “ katanya
Wah perempuan ini pasti nggak bisa di bohongi… dia tahu gelagatku.
“cemburu ya… “ godaku.
“nggak … Sahutnya ketus. “ngapain cemburu… suami bukan pacar bukan… “lanjutnya
“sudahlah.. ngak ngapa ngapain kok” aku mencoba menghibur.
“nggak apa apa… kamu ngapain juga nggak apa apa… asal jujur. Aku ngrti kok” nada suaranya mulai menurun
“Oke deh aku akuin … kita emang ML tadi di Losmen”
“gitu dong …jujur.. aku tahu kok… cuman tadinya aku mau minta jatah, nggak jadi deh..”
“aku masih bisa kok… “
“nggak ah …besok aja… kmu udah capek … istirahat sana… awas besok nggak kuat” siti tersenyum dengan bibir ancaman yang dibuat buat terus ngeloyor pergi.
Ah… sekarang aku harus melayani 2 wanita pikirku….. terbersit sebuah ide gila di kepalaku… mau tahu ?????

Categories: Uncategorized

Kisah Manis Anak Kos (Indah yang Lugu)

Seri : Indah yang Lugu

Hari Minggu, terbangun sekitar jam 11, malas aku mengeliat geliat di tempat tidur, tidurku sangat pulas semalam, mungkin karena capek atau juga karena puas. Tapi emang biasanya aku memanfaatkan hari minggu untuk bermalas malasan seharian.

Lapat lapat ku dengar suara orang bercakap cakap dibelakang rumah, suara wanita… siapa lagi kalau bukan Siti, tapi sama siapa? Penasaran aku singkap korden di kaca nako belakang, ah benar kiranya itu Siti dan Ida? Hah… tumben mereka begitu akrab, ngerujak bareng lagi…. Aku mencoba mendengarkan percakapan mereka tapi tidak ada yang jelas terdengar kayak nya mereka berbisik, hanya suara cekikikan saja yang terdengar jelas.
“Ah bodo amat…” aku menyambar handukku bermaksud mandi, perut lapar sudah minta di isi. Buru buru aku masuk kamar mandi dan menyelesaikan ritual mandiku. Tiba tiba sebuah ide semalam muncul di benakku. Dan si otong mengiyakan dengan berdiri tegak. Ide gila… dengan handuk melilit pinggang aku keluar dari kamar mandi..

Aku tersentak kaget ketika membuka pintu kamar mandi kulihat Siti tersenyum menyambut.
“Ngapain kamu disini, nanti dilihat Ida… “aku berseru setengah berbisik. Tapi Siti Cuma tersenyum kecil.
“mau nagih yang semalem” katanya
“oke … tapi ntar dulu aku laper… mau makan dulu ya…”
“Hari ini kamu makan dirumahnya Ida, kami akan melayani kamu… sana cepat ganti baju, aku tunggu di Ida ya… “ Siti langsung ngeloyor pergi, tinggalah aku yang terbengong kebingungan sendiri.

Segera kuturuti perintahnya Siti. Aku ganti baju kemudian langsuk ke kamarnya ida, kulihat kedua wanita itu tersenyum senyum dengan genitnya, mulanya aku yang berfikir dapat melakukan ini tak tahunya ideku diambil duluan oleh mereka, sekarang aku deg degan sendiri. Aku dilayani makan bak seorang raja diapit dua selir. Sungguh sebuah keadaan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Setelah selesai makan mereka mulai memperkosaku, aku tidak diijinkan bergerak hanya tidur terlentang dan telanjang di atas kasur dengan posisi kepala diganjal dengan beberapa buah bantal sehingga kelihatan seperti setengah duduk, mereka mulai memuaskan diri mereka.

Siti menyuguhi mulutku dengan dua bukit kembarnya yang langsung kujilat dan ku hisap dengan lahap, sementara Ida bermain dengan kontolku, dia menjilat, mengulum, dan mengocok ngocok kontolku.
Tiba tiba Siti membalikkan badannya dengan posisi mebelakangi ku dia menyuguhi mulutku dengan vaginanya yang sudah basah, akupun mulai menjilati vaginanya, pantat Siti naik turun didepan wajahku dan dia selalu mendesah keenakan ketika aku melakukan sedotan kecil pada clitorisnya, lain halnya dengan Ida sekarang posisinya berhadapan dengan Siti, dia mencoba memasukkan kontolku kedalam vaginanya, masih sempit seperti kemarin tapi akhirnya amblas juga, dengan berani Ida mencium payudara Siti, tampak Siti agak gelagapan tapi perlahan kemudian dia mulai menikmati.
Ida melakukan panetrasi… sama seperti kemarin .. hanya dengan beberapa sodokan saja Ida mulai kelojotan, Siti membelai belai rambut Ida setiap kali Ida mendapat orgasme…. Mungkin sudah 3 kali Ida mengalami orgasme dengan posisi seperti itu. Siti mengambil alih posisi Ida sekarang dia melakukan panetrasi, gerakannya bersemangat, tidak seperti biasanya Siti selalu lembut mainnya. Ida membantu Siti dengan memberikan gesekan gesekan pada pantatnya Siti.

Kali ini Siti menyerah dengan cepat, teriakannya tidak terbendung, mungkin kedengaran sampai keluar kamar. Dan dia mengejang sangat lama diatas kontolku. Siti kelelahan dia berbaring di sebelahku, kini giliran Ida melanjutkan, dengan menelungkup diatas tubuhku dia menggerakkan pinggulnya, aku membantu memberikan sodokan dari bawah,

Siti tertidur pulas, dan Ida masih bersemangat meskipun sudah orgasme beberapa kali. Akhirnya aku pun tidak bertahan, kuberi tanda pada Ida kalau aku sudah mau keluar, Ida membenamkan penisku dalam dalam kedalam vaginanya tak lama kemudian kami menjerit bersamaan. Ida rebah diatas dadaku sementara kontolku masih berdenyut denyut memuntahkan sperma didalam vaginanya.

Beberapa saat kemudian Ida menghempaskan tubuhnya disamping kiriku, sekarang aku diapit dua wanita yang sedang telanjang bulat, tak terasa aku sempat tertidur bersama mereka, Siti yang terbangun pertama mengingatkan ku untuk kembali ke kamar. Aku keluar dari kamar Ida dengan gontai….

Tanpa menyadari sepasang mata mengikutiku ketika keluar dari kamarnya Ida, mataku bertemu pandang dengan Indah yang rupanya tanpa sengaja memergoki aku aku keluar dari kamar Ida. Matanya penuh tanda tanya.

Tapi kemudian secepatnya aku memberi kode dengan menempelkan telunjuk di bibir, Indah menggeleng dan tersenyum aneh….
” Gawat kalau sampai Indah buka rahasia..” aku tidak bisa tenang memikirkan senyum aneh Indah. Setelah kuintip aman dibelakang aku masuk kekamarnya Siti, aku menceritakan kalau Indah mengetahui rahasia kami, Siti memanggil Ida, kami mengatur siasat di kamar Siti, Siti dan Ida sepakat menunjukku untuk menyelesaikan masalah ini, dan mereka akan membantu.

Aku berinisiatif mendatangi kamar Indah hari itu juga mumpung suaminya sedang kerja, Siti dan Ida bertugas mengamankan keadaan.
Aku mengetuk pintu kamar belakang Indah, segera pintu terbuka dan aku disambut dengan alis berkernyit….
“dik Indah, boleh kita bicara?” aku membuka percakapan
“ada apa?” dia balik bertanya
“tentang yang tadi itu lho”
“emang kenapa mas” dia bertanya lagi. Sialan anak ini mau ngerjain apa beneran bego…
“aku Cuma minta kamu jangan cerita sama orang lain termasuk suamimu, ngerti khan nanti urusannya bias jadi panjang” aku mencoba menjelaskan.

“oooh itu… indah nggak bakalan cerita kok” jawab indah, tapi aku tetap merasa tidak yakin.
“boleh mas masuk?”
“jangan mas … nanti diliat orang, dikira kita ngpa ngapain…” indah berkelit.
“tenang aja …aman kok . sudah kusuruh Ida jagain kita, mas Cuma perlu ngomong serius” kataku meyakinkannya
“ya udah … masuk aja, tapi jangan lama lama ya mas…” aku mengangguk mengiyakan.

“emang mas ngapain dikamar mbak Ida, kayaknya rame banget” pertanyaan indah meluncur begitu aku duduk di pinggir dipannya.
“kayak nggak tahu aja, urusan orang dewasa” aku menjawab sekenanya
“bener mas aku nggak tahu, aku Cuma denger mbak Ida merintih rintih”
“ nah itu lah… “ aku kehabisan kata. “kamu tahu selingkuh?” aku menyambung
“tahu mas .. kayak di filem itu ya..” jawab indah. Oh ternyata anak ini memang benar benar lugu.

Akhirnya aku menjelaskan panjang lebar tentang apa yang terjadi dan aku wanti wanti minta dia untuk merahasiakan dari siapapun.
“mas … emangnya ****** orang beda beda ya rasanya?” indah bertanya dengan polosnya
“ya gitu deh, ada yang besar, ada yang panjang, ada yang keras emang kmu nggak tahu? Tanya ku pula
“aku sih tahunya ****** suamiku aja” jawabnya
“gmana rasanya ****** suamimu?”
“enak sih mas… apalagi kalau keluarnya pas barengan”

“mmm… kamu mau liat kontolku gak? Nanti kmu bias bedain”
“iya nih mas… pingin liat ****** yang bisa bikin mbak Siti sama mbak Ida sampai teriak teriak”
Tanpa menunggu aba aba aku langsung menurun kan celanaku, lalu kukeluarkan kontolku yang sudah berdiri dari tadi, lalu aku elus perlahan didepannya indah. Indah nampak kaget dengan pemandangan yang kusuguhkan …

“besar ya mas…. Lebih besar dari punya suamiku, dan uratnya itu mask ok sampai keliatan gitu…”
“inilagi tegang … kmu pegang aja biar nggak penasaran” ragu ragu indah mengulurkan tangannya. Aku segera membantunya dengan menaruh tangan indah pada ****** ku.

“kok anget ya mas” begitu komennya ketika tangannya mulai menggenggam kontolku. Aku tidak menjawab langsung saja tanganku meraba buah dada indah dan wow….
Kenyal dan mengkal seperti gadis. Aku baru menyadari kalau indah ini umurnya baru 18 tahun dan belum pernah punya anak. Indah seperti mendapat mainan baru… dia terus saja mengelus elus kontolku.

Aku mulai melucuti pakaiannya. Kaus longgar yang membungkus tubuhnya lepas sudah, aku lanjutkan lagi dengan membuka kaitan Bhnya, Indah sangat kooperatif melepaskan pakaiannya. Mulutku mulai mengulum buah dada indah. Dia mulai menggelinjang. Aku puaskan diriku menikmati buah dada yang ranum itu.

Indah kutidurkan perlahan… kupeloroti roknya sekalian dengan CDnya. Tampak lah pemandangan yang luar biasa… Indah telanjang di kasurnya. Aku menindih tubuh Indah dengan posisi mulutku pas di payudaranya.

Kupermainkan putingnya dengan lidahku dan tangan ku pun tak henti meremas remas buah dadanya.
“mas … masukin dong kontolnya, indah pingin tahu rasanya ****** gede”
“iya… kamu bantuin ya… “

Indah mengangkangkan pahanya sedikit sementara tangannya masih memegang kontolku, dia berupaya mengarahkan kontolku ke vaginanya. Kepala kontolku sudah menyentuh bibir vaginanya yang sudah basah tapi belum bisa memasuki lubangnya. Masih sempit sekali pikirku…. Pelan pelan kutusukkan kontolku… mulanya kepalanya dan kucabut lagi.. Indah hanya melongo… sedikit demi sedikit vagina Indah mulai beradaptasi dengan kontolku sampai kurasakan saat yang tepat aku menghujamkan kontolku dengan keras sampai semuanya amblas..

“ufffhhh….” Hanya itu suara yang keluar dari mulut indah. Sedangkan aku merasakan kontolku terjepit benda hangat yang sangat licin. Aku merasakan kedutan kedutan sekitar dinding vaginanya seakan akan meremas remas si otong yang tidak bebas bergerak didalam sana.

Perlahan kumulai gerakan maju mundur… Indah hanya menggigit bibirnya … tidak ada suara yang keluar… beberapa saat kemudian kulihat wajah Indah berubah merah … seperti menahan sesuatu, kepalanya menggeleng geleng dengan beringas…

“lepaskan saja indah…” bisikku… dan tiba tiba Indah menjepit keras kontolku …..
“adu du du du du duh…. Uhuk uhuk…. “ Indah menangis, dia melepas ketegangannya. Kubiarkan Indah tenang sejenak , kontolku masih menancap dalam vaginanya.
“gmana rasanya indah? Aku berbisik setelah cengkeraman vaginanya agak mengendur…

“enaaak sekali mas… indah seperti mengawang awang, indah belum pernah dapat yang seperti ini dari suami” jawabnya jujur.
“mau dilanjutkan?” tanyaku
“mau doong … indah pingin dapet sekali lagi boleh?” aku hanya mengangguk tersenyum.

Maka mulailah lagi pertempuran dengan indah. Dalam hal ini aku lebih banya memberikan instruksi karena Indah sangat tidak berpengalaman. Hari itu aku ajari dia gaya nungging dan WOT, indah mendapat orgasmenya disetiap gaya yang di praktekkan, aku sendiri melepaskan spermaku beberapa saat setelah Indah orgasme pada gaya WOT.

“Ingat ya… jangan bilang siapa siapa… “ akumengingatkan kembali saat hendak keluar dari kamar.
“Iya mas… asal indah dikasi pinjem kontolnya mas, giliran sama mbak Siti dan mbak ida ya… “ Siti tersenyum penuh arti. Akupun tersenyum. Siapa mau nolak barang bagus seperti indah……..

Kisah ku di kos bik sumi ini berlanjut panjang, melayani 3 wanita dalam hidupku ternyata tidak
mudah, terutama Siti yang sering cemburu. Namun demikian mereka dapat menyimpan rahasia dengan sangat baik. Siti dan ida sering kuajak bermain bersama dilosmen sedangkan indah tidak berani keluar karena sangat takut sama suaminya.

Masih ada kisah yang tersisa yang ingin kuceritakan. Itupun jika pembaca tertarik… kalau tidak ya kita cukupkan samai di sini saja……..

Categories: Uncategorized

Kisahku dengan cewe yang sudah kutaksir sejak kelas 3 SMP…

Salam Mupeng, Kakak2, abang2, dan teman sebaya sekalian
Nyumbang cerita boleh, kan?
Ini pengalaman gw yang bisa dibilang beneran…

Kira2 Ampir tepat 1 tahun yang lalu, waktu itu gw masih kelas 3 SMA. Gw pulang kerumah kemaleman, abis latihan basket disekolah ampe jam 9 malam (maklum, udah kelas 3. Puas2in dulu..), gw trus diajak makan sama temen gw ampe jam setengah sebelas. Trus dianterin pulang juga ga sampe rumah, masih nyisa kira2 600 meter lagi. Abis jalan masuk rumah gw serem, masih sepi dan kiri kanannya masih semak. Cuma 1 rumah gw aja yang mencolok karena besar dan sekelilingnya sepi. Ntah kenapa bokap ngambil tanah di tempat jin bikin anak gitu. Mana bokap nyokap pergi keluar kota lagi. Gw cuma tinggal bedua sama sepupu gw yang itupun kadang2 ga pulang ke rumah. Tapi karena gw udah terbiasa, ya lanjut aja.

Kira2 baru 200 meter jalan, samar2 gw denger suara orang teriak…prefer ke suara cewe. Suaranya kedengeran putus2. Serem juga, soalnya tempat sepi gini, sekeliling semak2 lagi. Tapi tiba2 baru kedengaran jelas, Suara cewe teriak minta tolong, trus tiba2 diem. Gw beranikan diri dateng ke arah tuh suara. Bener aja, ada cewe lagi diperkosa dua orang cowo. Yang satu megangin tangan si cewe, yang satu lagi lagi ngerjain selangkangan si cewe. Spontan langsung gw layangkan tas gw yang berisi bola basket ke arah kepala cowo yang udah mulai ngegarap tuh cewe dari belakang. Cowok tadi langsung sempoyongan. Tanpa pikir panjang, cowo yang satu juga gw tendang mukanya, sape sempoyongan juga. Tapi ga lama keduanya langsung bangun trus kabur.

‘Brengsek!! Pengecut lo!! ******’ teriak gw. Gw langsung samperin si cewe yang udah setengah telanjang tadi. Gw pegang pundaknya trus dia ngadep ke Gw. Rasanya seluruh darah di badan gw berdesir. Dia Nadya (nama samaran), cewe yang udah gw taksir sejak kelas 3 SMP, cewenya manis, putih, dan agak tinggi, tambutnya lurus meski bukan rebonding. Pantatnya bagus tapi dada kurang berisi. Dulu, Kami akrabnya udah kayak pacaran, tapi dia langsung menjauh waku gw tembak. dan hampir ga pernah teguran selama SMA,

“Na..Na-chan (panggilan sayang gw ke dia waktu SMP. Kami beda SMA)” kataku pelan.
“Detooo (samaran juga..hehe..)…”, suaranya terdengar lirih.

Tiba2 gw dipeluknya. Gw langsung deg2an, abis dia setengah bugil. Dia langsung nangis sekuat-kuatnya. Ga berapa lama gw lepas pelukannya, trus gw buka jaket tim basket gw, dan gw pasangin ke dia. Rapiin rok-mu gih…kita kerumahku, deket kok.

Singkat cerita doi gw bawa kerumah, gw buatin teh hangat trus gw tanya kenapa kok bisa sampe ke daerah rumah gw, padahal rumah kami jaraknya ampe 20 km. Rupanya dia dikerjai cowo temennya waktu dia dateng ke acara ulang tahun temennya, yang masih satu kelurahan sama gw.

Gw suruh dia untuk rileks dan tenang, “kalo mau ntar aku telpon abangku biar aku bisa anterin kamu pulang pake motornya, trus besok kita lapor polisi”, kataku. Dia ngangguk pelan, matanya masih berair, keliatannya masih trauma. Trus aku coba telpon abangku, sialnya lagi ga aktif, mana dia pulangnya deket2 subuh. Untung Nadya bersedia menunggu.

“Jadi kamu sendirian, de,…?”, tanyanya…
“eh, iya…”, kataku. Tapi tiba2 aku degdegan sendiri…pikiran jorok terlintaas dipikiranku…kucoba buang jauh2 dengan mengajaknya ngobrol,

“makasih”, katanya pelan…
“ah…ga usah dipikirin…udah kewajibanku”
gw liat mukanya memerah. tiba2, “maaf…” katanya…
“eh…apaan?”, tanyaku..
“dulu aku nolak kamu. Padahal aku bener2 tau, kamu bener2 cinta sama aku, kan?”
“ah…iya…”, kali ini mukaku yang memerah.
“waktu itu aku udah punya cowo. Tapi ga berapa lama pacaran aku baru tau kalo dia cuma ngincer tubuh aku. Aku langsung putusin dia. tapi kalo nginget itu aku jadi bener2 nyesel…Sekarang pasti kamu benci banget sama aku, kan?”

entah kenapa tiba2 tanganku bergerak menutup mulutnya diakhir kalimatnya tadi. “Ga akan…sampe matipun aku cuma cinta sama kamu…aku sudah 2 kali coba pacaran biar aku lupa sama kamu, tapi ujung2nya aku putusin
karena aku ga bisa lupain kamu…”

Gw liat air matanya netes, gw lepas tangan gw, entah setan apa yang membuatku mendekatkan mulutku ke mulutnya. senekadnya, Gw cium dia…anehnya dia ga melawan. dia tetep diam waktu aku
lmat bibirnya. Aku coba memainkan lidahku, tapi tau2 dia bales. ciuman kamipun semakin lama semakin hot, hingga tak sadar tanganku udah naik ke
dadanya. Aku kaget, tapi dia ga ngelawan. Terang aja tanganku yang satunya juga naik memainkan dada yang sebelahnya. Dada kecil yang masih tersembunyi dibalik jaket basketku. Pelan2 aku tarik resleting jaketnya kebawah, lalu tanganku masih kebalik jaketku, memainkan dadanya. Suara denguhnya terdengar pelan.

“Na-chan, boleh, ya?”
dia mengangguk pelan. Lalu gw baringkan dia di sofa. Kubuka Roknya, lalu kutarik celana dalamnya ke bawah. Awalnya gw mau maen langsung masukin aja. Tapi gw liat, air matanya keluar lagi, badannya gemetar, mungkin masih trauma. Gw coba cairkan traumanya dengan menjilati pahanya. Dia mendesah. Jilatanku turun dan terus turun ke vaginanya. Meskipun belum pernah gw lakukan, gw nekad aja jilatin klitorisnya. Vaginanya sudah basah daritadi. Rasa dan baunya malah bikin gw makin horny. Kuteruskan jilatanku, desahannya semakin kuat, “aaaaaaahhh…aaaaahhh…deee…jangaan…ahh..”, Mendengar teriakannya gw malah makin Horny.

Gw udah ga tahan gw bediri lalu gw turunin celana basket ama celana dalem gw yang daritadi udah sesak. Penis gw yang udah bediri dari tadi terhunus kedepan. Nadya terdiam, keliatannya juga campur ngeri. gw turunin badan gw, gw ambil posisi penis gw tepat menghadap mulut vaginanya. “Ga usah takut, aku bakal pelan, kok.”
Nadya mengangguk pelan. Tapi gw juag ga mau maen masukin gitu aja. Meskipun ini yang pertama bwt gw ML, tapi gw juga udah sering browsing tips and trik nyenengin cewe waktu ML. Gw gosok2kan kepala penis gw ke klitorisnya dengan lembut, dia mengerang, dan keluar kata2 yang ga jelas dari mulutnya. Gw dorong kepala penis gw masuk, tapi gw tarik keluar lagi. Begitu terus gw ulang-ulang.
Tiba2 Nadya ngomong, “Dee…Masukin pliss…”.

Mendengar Instruksi, gw langsung tusuk masuk batang penis gw. Karena belum pengalaman, gw langsung masukin batang penis gw seluruhnya. terasa sempiit banget. Nadya tiba2 teriak, “Dee…deetoo…Sakiiiit…sakiiiit..aaaahhh”…jelas gw kaget trus gw tarik mundur penis gw lagi…gw lihat ada darah di penis gw, “jadi brandalan tadi belum nembus Na-chan?”, pikirku dalam hati.
“Oke, Na..gw mulai lagi pelan2, ya?”. Kembali gw masukin penis gw. Kali ini pelan2 dan lembut. Terasa banget seperti ada Impuls listrik yang Naik dari Kepala penis, menjalar ke batangnya, lalu terasa menjalar di tulang belakang, sampai ke otak. Terasa nikmat bgt, sampe gw nutup mata.

Gw mulai mainin pinggul gw maju mundur secara pelan. Nadya mulai meracau. Desahannya semakin keras, “Dee…Deee…aaaah…mau keluar…Detooo…!!”. Tiba2 pinggul Nadya terangkat, Badannya Kejang2, dan pandangannya terus keatas.

“Jadi ini kalo cewe Orgasme…” pikirku…
Melihatnya aja bikin gw makin horny lagi. Gw mulai menggerakkan pinggul maju mundur dengan cepat. Desahan Nadya semakin cepat, gw pun ikut mendesah saking nikmatnya.

Entah sudah berlangsung berapa lama gw terus menggenjot Vagina Nadya. Entah Inisiatif darimana, aku memasukkan dua jari telunjuk dan jari tengah tangan kananku ke mulut Nadya. Jariku diemutnya seperti anak bayi yang lagi menyusu. Kira2 udah 30 menit setelahnya gw ngerasa penis gw makin panas…”Ahh…Bakal Keluar…”
Genjotanku main kencang, Erangan Nadya semakin keras. Lalu gw tarik penis gw keluar dengan cepat, tepat saat Sperma gw Muncrat keluar…
Sperma gw muncrat keluar ke arah perut nadya…Sperma gw yang lengket dan kental berwarna putih kekuningan itu, mengotori perutnya dan sedikit mengotori jaketku. “Untung sempat gw tarik keluar”, kata gw dalam hati.

Gw tertunduk, Gw liat Nadya tertidur menghadap kesamping…gw lihat air matanya mengalir keluar. Nafasnya masih ngos2an, keringat dimana-mana. Gw liat jam dinding ruang tengah rumah gw itu, “Wuaaaahhh!! Udah setengah satuu…!!!”. Buru2 gw kebelakang, ambil kain lap ama tisu. Gw Bersihin lantai ama Sofa kulit yang udah kotor sama peju juga cairan orgasme Nadya. Gw ga mau ngebangunin nadya…
Gw lap peju gw diperutnya dengan tisu…gw buka jaket gw, gw lap keringatnya, trus gw bersihin juga Vagina Nadya yang amat-amat basah…untung CD ama roknya ga basah, terus gw pasangin ke Nadya, juga gw pasangin Baju kaos gw yang udah agak sempit ke Nadya.
Jaket, CD, ama Celana Basket gw yang udah belepotan peju segera gw ungsikan ke kain cucian. Buru2 ruangan gw semprot pake pengharum sebelum abang gw nyampe. Beres!!

Gw segera ganti baju, lalu gw duduk di pintu depan, biar abang gw ga curiga. Ga berapa lama abang gw dateng, “Woy, Ngapaen tengah malem nongkrong depan pintu, Kesambet Sundel bolong baru tau rasa!!”, Katanya.
Trus gw ceritain semuanya. Abang gw kaget. Trus dia mau minjamin motornya.

Kemudian Nadya bangun dan sedikit linglung, gw was-was juga. Untung dia langsung berinisiatif kenalan dengan Abang gw. Lalu nyeritain kalo dia ampir diperkosa tadi. Untung abang gw ga curiga kalo gw tadi juga sempat menjelma menjadi si pemerkosa. Tentu aja Pemerkosa yang dapet mangsa dengan sukarela.

singkat cerita gw anterin dia pulang…Sepanjang jalan gw terus dipeluknya. Gw pegang tangannya. Sampe dirumahnya, Semua isi rumahnya panik, bokap, nyokap, juga abang dan kakaknya. Nyaris gw dibacok Abangnya. Dikirain gw yang ngelariin adeknya. Sebenernya gw juga udah kenal sama ortunya. Setelah gw jelasin, dan Nadya juga membenarkan, orang tua dan kakak2nya berterima kasih ke gw, bahkan Nyokapnya ampe nangis.
Lalu gw pulang, dengan perasaan lega. sebelum pergi gw liat dia tersenyum kecil kearahku. Trauma seperti benar2 hilang.

Begitulah Kisah gw ama cewe yang udah gw taksir sejak SMP. Sayangnya, Sesudah tamat SMA, Doi ngelanjutin Kuliah keluar kota. Sedangkan gw tetap pilih kuliah dikota gw. Na-chan pergi bahkan tanpa pamit. Kisah gw dan Nadya seperti Hilang terbawa angin.
Sejak itupun Gw hilang kontak dengan Nadya…Tak pernah ketemu muka sama sekali. Bahkan Di Friendster dan Facebook-pun tidak.

Categories: Uncategorized

Kenangan Bersama Natasha, ABG Hyper

Salam… :p:p:p
Ini FR pertama gw,dn gw mw coba share ttg salah satu petualangan gw waktu kuliah di Bali bbrp wktu lalu.
Gw semasa kuliah dulu lebih dikenal sbg “Player” ma tmn2 kampus,bbrp cwe di kampus udh pnh jatuh ke pelukan gw. Suatu waktu gw iseng pengen dapetin cwe yg lebih muda dr gw alias ABG. Dan beruntung pula,ada tmn gw yg kasih info nocan ke gw. Setelah gw dapet tuh nocan,gw langsung melancarkan bbrp jurus andalan agar dapat deketin tuh cwe. Namanya Natasha umurnya sekitar 17 thn wktu itu,anak daerah G*tsu Timur daerah Denpasar. Baru kenal bbrp hari,ternyata si Natasha ngajak ketemuan. Bedanya,ketemuan bknnya diluar tapi malah gw disuruh ke rumahnya. Wajar sie… Tp ada yg ga wajar…yaitu…Gw disuruh dateng tengah malem,pas org rumahnya pada tidur smua..!!!

Setelah gw inget2,waktu tmn gw ngasih nmr tuh cwe,tmn gw blg…
“Ati-ati…nie cwe rada Hyper…Gw udh pernah nyobain. Keren pokoknya. Lu bakal suka…”
gitu kata dia. Dan terlintaslah dipikiran gw ttg sesuatu yg erotis. Secara gw belum pnh jg ketemu ma nie cwe. Jadi artinya,pertemuan pertama kami berlangsung tengah malam,dan di kamar tuh cwe….
Setelah smsan nanyain kepastian ketemunya,Natasha langsung balas :
“KMU KESINI SEKARANG AJA. MUMPUNG ORG RUMAH UDAH PADA TIDUR. Q LAGI BUTUH TMN BUAT NGOBROL. KLO BS JGN LAMA2 YACH…”
Berhubung gw udah dapetin alamatnya bbrp jam yg lalu,gw langsung meluncur ke alamat tsb. Gw penasaran bgt ama bentuk nie cwe. Secara tmn gw bilang klo nie cwe bnr2 montok,wajahnya manis,dan servisnya…..WOOW…..!!!!!:-o

Begitu gw udah nyampe didepan alamat yg dimaksud,gw sms ke Natasha. Dan dia pun keluar dan membuka pintu gerbang dengan perlahan. Gw kaget…ternyata apa yg dibilang tmn gw itu bnr. Nie cwe bnr2 montok,cakep lagi. Dia nemuin gw cuma pake Hot pants ama singlet transparan aja. Stlh gw tanya dia blg klo itu kostumnya buat tidur. Entah tidur yg gmn yg dimaksudnya… hwehehehe………….8->
Dia cuman mandangin gw sambil tersenyum,lalu berbisik,
“Udah..cepetan masuk ke kamar.Ntar keburu ketahuan satpam perumahan.”

Dia narik tangan gw,lalu dia menuju ke arah samping dan menuju ke sebuah jendela…
Gw heran,gw lihat dia masuk kmr lwt jendela yg tidaklah tinggi,stlh sampe di dalem,dia berbisik nyuruh gw jg ikutan masuk. Gw sie ngikut aja…
Setelah didalam kmr,kami duduk diatas ranjang dn kami ngobrol2 sejenak. Selama ngobrol,gw jd ga konsen krn dia terus bergelayut dipundak gw sambil meluk2 gw.
Gw pikir nie cwe udah horny kyknya. Lalu tanpa basa-basi,( krn gw udh ga kuat jg akhirnya ) gw cium bibirnya,dan ternyata dia balas ciuman itu lebih hot. Kami pun bergumul,sambil sesekali tangan gw piknik kedalam singletnya dia.=p~

Anjrriitt…Ternyata dia udh ga pake bra. Gw remas toketnya,dan kerasa kenyal banget. Toge nie,pikir gw. Lalu gw lepas singletnya,dan nampaklah bukit indah itu. Gw taksir sizenya sekitar 34 b. Dengan puting berwarna coklat muda. Kami terus berciuman,dan kurasakan tangannya mulai megang2 “adek” gw yg udh bangun tegak drtd.
Perlahan dia buka resleting celana gw,lalu dikeluarkannya penis gw sambil sesekali dikocoknya perlahan.
Gw pun ga mau kalah. Gw cium dn jilatin seluruh bagian dadanya sampe rata,sambil gw mainin putingnya pake lidah gw. Dia menggelinjang. Tangan gw pun langsung membuka hotpants yg dia pake dn lagi-lagi….gw kaget….!
Dia ga pake CD !!! Wah…udh disiapin kali,pikir gw….:D:D:D

Setelah dia telanjang bulat,dia mnta gw telentang. Dan setelah itu dilumatnya penis gw dgn penus nafsu. Wooww…sepongannya nikmat bnr ! Setelah kira2 5 menit ber-sepong ria,giliran gw yg memberikan servis lidah. Gw jilatin dr atas sampe bawah,hingga lidah gw berhenti di titik vital. Gwe cium aroma mekinya,ternyata wangi… Gw jd lebih bernafsu untuk melumatnya. Gw lihat dengan jelas,bentuk mekinya masih khas ABG.. Masih berwarna pink,dengan bulu sedikit,dan terlihat masih peret.
Gw maini pake lidah,dan dia pun menggelinjang terus-menerus saat lidah gw memainkan klitorisnya. Lalu dia berbisik sambil mendesah :
“Masukin aja ya….Udah pengen banget dari tadi…”,desahnya.
Gw pun tanpa basa-basi langsung menindih tubuhnya yg sudah pasrah. Gw masukin perlahan konti gw kedalam mekinya yg udah basah. Dengan posisi missionary,kami bertahan selama 10 menitan ( kurang lebih ) hingga akhirnya dia minta ber-doggy style.
Ini dia yg gw tunggu…
Dia pun mengambil posisi nungging,dn itu terlihat sangat seksi sekali. Gw pun secara perlahan masukin konti ane yg udh keras. Dia mendesah pelah saat konti gw masuk. Dengan tempo perlahan,gw genjot dia dr belakang.
“Lebih keras lagi,yank… Lebih cepet lagi….”,pintanya sembari mendesah.
Gw pun mempercepat tempo genjotan gw.
“Terus…yank…terus…Lebih cepat….ahh….ahhh….”,desahnya.

Tak brp lama kemudian,dia mendesah perlahan namun panjang.
“ahh…ahh…yank…emmpphh…..ahhh…ouuhh…”desahnya.
Tanda bahwa dia sedang mengalami orgasme. Gw masih genjot dia dr blkng,dn dia tampak sangat menikmati. Konti gw terasa dipijit-pijit dan terasa ada cairan hangat membasahi konti gw saat dia orgasme.
Ternyata orgasme itu masih belum cukup buat dia,maka dia pun ngajak gw buat gaya WOT.
“sekarang giliran kmu yg q servis ya….”,katanya.
Gw langsung terlentang. Dan dia mulai menjilati seluruh penis gw. Dia BJ bbrp menit dn kemudian dia naikin konti gw. Dia pun bergoyang naik-turun… setelah itu Berputar…
Gw semakin hampir tak terkontrol alias hmpir keluar.
Lalu ane berbisik agar posisi MOT aja. Dia pun setuju.
Gw naikin dia setelah terlentang. Gw masukin lagi dn gw genjot lagi dengan tempo sedang.
“ahh…ahh….q mau keluar lagi…yank…ahhhh….”,desahnya.
“Ahhh……yank…ahhh……ohh…”,desahnya kemudian tanda bahwa dia mengalami orgasme kedua.
Karena gw blm keluar,maka gw terusin genjotan gw dengan lebih cepat.
Tak berapa lama kemudian,gw ngerasa gw hampir OUT. Gw cabut konti gw,lalu gw sodorin ke mulutnya. Tak disangka dia melumat konti gw,krn dia tahu gw udh hampir keluar.
CRROOTT…CROOTT…..!!!
Muncratlah cairan hangat itu didalam mulutnya. Dia masih terus menghisap konti gw.
Rasanya sangat geli dan sangat nikmat.
Wooww….benar-benar nikmat servis cwe satu ini.
Setelah itu kami pun mengobrol membahas kehidupan satu sama lain.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi,dan itu berarti waktunya gw utk segera kabur sblm dipergoki ma satpam perumahan. Maklum,rmh do’i didaerah perumahan Tam*n Ay*ng,daerah G*tsu Timur. Biasanya jam segitu satpam sering patroli katanya.
Gw pun pamit,sambil mencium keningnya.
“Makasih ya….”,kata gw.
“Sama-sama…Ati2 di jalan. Lewat arah sana aja biar gak kepergok satpam”,katanya.

Aku hnya mengangguk,dan bergegas pergi secepatnya. Sesampai dirmh,q masih sms ke dia. Dan keesokan harinya kamipun resmi jadian.
ML sebelum jadian…? Hahahahha….. Baru sekali ini gw alami…!
Dan dosa yg nikmat itu pun terus kami ulangi.Hampir dlm seminggu bisa 3 kali kami ketemu ditmpt yg sama,dengan sensasi yg berbeda. Sayang,sekarang do’i udh pts ma gw dn udh pnya cwo. ==((
Jd gw ga bs dapet servisnya yg sangat Luar biasa itu….:-bd

Ohh…Natasha… Aku kangen… Kangen akan malam itu…..8->8->8->

Categories: Uncategorized

Aku Remi Dan Pacarku

Namaku Adi, aku seorang mahasiswa universitas ternama di bandung. aku pindahan dari kota Surabaya. Aku di Bandung mengontrak dengan teman-teman se jurusanku yang semuanya laki-laki. Aku memiliki pacar di Surabaya yang bernama Ifa. Cerita berawal ketika Ifa main ke kota Bandung.

Pada saat itu liburan usai Ujian tengah semester. Ifa yang sedang menganggurpun aku ajak main ke Bandung, karena untuk menghemat biaya, aku menyuruh Ifa untuk menginap di kontrakanku. Ifa di Bandung selama 2 minggu, selama itu rasanya aku dan dia layaknya sepasang suami istri, tiap malam kami bersetubuh dengan liar, terlebih ketika tidak ada teman di kontrakanku yang notabene saat itu mereka juga pulang kampung. Kami bercumbu liar di manapun kami berada, dapur, kamar mandi, teras depan, bahkan kamar temen, untung tidak ada kondom yang ketinggalan. hehehe…

Pada saat minggu-minggu terakhir ifa akan pulang, seorang teman telah kembali dari kampung halamannya. Namanya Tommy, perawakannya tidak seberapa tinggi, cukup manis, dan brewokan. Beberapa kali kupergoki Tommy sedang mencuri pandang ke arah payudara pacarku yang notabene cukup besar. Begitu pula Ifa, terkadang ia mencuri pandang ke gembungan di celana Tommy ketika ia usai mandi.

Pada suatu malam, ketika tinggal aku, Tommy, dan Ifa. Tommy mengajak aku bermain remi bersama, karena kasihan ifa yang kutinggal sendirian di kamar, akhirnya ifa kuajak main bersama. Pada ronde-ronde awal permainan berlangsung biasa, yang kalah hanya harus mencoreng mukanya dengan bedak. Permainan tersebut cenderung membosankan. Setelah itu, Tommy mengeluarkan ide gilanya,

“Bosen ah, gimana kalo mulai sekarang yang kalah harus nurut sama yang menang ?”
“Setuju!” Jawab Ifa.

Aku tentu saja kaget mendengar perkataan Tommy, dan yang membuatku lebih kaget, Ifa tanpa berpikir 2x menyetujui saja tawaran Tommy, aku yang kalah suara pun hanya bisa nimbrung.

Pada ronde pertama, Tommy menang, ia hanya bertanya apa saja yang kulakukan selama Ia tidak ada. Ifa pun menjawab dengan gamblang apa yang kami lakukan, termasuk di kamar Tommy.

” Selama kamu nggak ada, kayak biasanya lah anak muda, kita ngeseks di banyak ruang deh, kamar mandi, balkon, bahkan kamar kamu! rasanya seru deh, kayak ada yang ngawasin. hehehe”

Aku lebih kaget lagi dengan kejujuran Ifa. Pikiranku mulai tidak karuan. Takut ada hal yang lebih buruk terjadi.

Ronde kedua aku yang menang, aku suruh si Tommy buat beliin kita minuman. 25 menit berlalu, Tommy datang membawa 3 botol bir. Aku agak kaget bertambah curiga, karena ternyata botol-botol tersebut sudah dalam kondisi terbuka.

“Tom, udah lu buka dari toko?” Tanyaku,
“Jelas lah, masa gue buka di jalan pake gigi? ngehe lu!” Jawab si Tommy
“Kita kan ada bukaan botol?” Lanjutku penasaran
“Lupa gue. hehehe” Tommy menjawab dengan cengengesan, makin aneh aja nih si Tommy.

Aku berusaha berpikir jernih, semoga gak ada apa-apalah. Ronde ketiga yang menang si Tommy lagi, dia minta semua yang ada disana lepas baju 1 lapisan. Aku yang menggunakan kaos menanggalkan kaosku, sedang pacarku yang cuman pake kaos kedodoran yang tampak seperti daster agak kebingungan.

“gimana nih aku? ikut buka?” tanya cewekku.
“Iya dong, sportif lah!” Seru Tommy.

Aku yang kebingungan dengan jawaban Tommy, mencoba menenangkan diri dengan minum bir dari si Tommy. “Bener juga jawaban si Tommy, Sportif” batinku. Maka pacarku segera melapaskan kaosnya, terlihatlah bra dan celana hitam pacarku yang terpampang jelas di antara kita. Buat melepaskan ketengangan mungkin, pacarku mulai menenggak bir dari Tommy,

Ronde selanjutnya ternyata yang menang si Ifa, untuk membalas hukuman si tommy, kami disuruh untuk membuka boxer kami. Aku yang masih menggunakan celana dalam merasa tenang, yang membuatku was-was ternyata Tommy sudah tidak mengenakan apa-apa lagi dibalik boxernya.Kulihat Ifa terpekik kaget.

“Ahh..” pekik ifa
“Apaan fa? gimana ama punya si adi?” tanya si Tommy
” Hmm… Rahasia dong!” jawab Ifa
” Pelit ah lu!”

Anehnya si Tommy memamerkan kontolnya seperti tidak ada hal apa-apa. kuakui mungkin perbandingan kontolku dengan tommy masih menang aku dalam hal panjang, namun kontol Tommy tampak lebih panjang dan bengkok ke atas.

Setelah beberapa ronde lewat, ternyata tanpa sadar kami telah bugil semua. Kecuali Ifa yang tersisa bra hitamnya saja. Waktu telah menunjukkan pukul 23.00 dan aku merasa pusing yang teramat sangat. Rasanya ingin tidur saja.

“Tidur yuk yang” Ajakku kepada Ifa.
“Enggak ah, Belum ngantuk” jawab Ifa.
“Yaudah aku tidur duu ya, jangan macem-macem!” Ancamku kepada Ifa.
Rasanya Rasa pusingku telah mengalahkan akal sehatku bahwa Ifa sedang berdua bersama lelaki tanpa busana.

Aku tidur beberapa lama, sekitar jam 01.00 aku terbangun. Aku mencari Ifa, ternyata ia sudah tidak ada disampingku. Aku keluar mencari minum, aku berpikir mungkin Ifa di kamar mandi. Ketika aku mengambil minum, aku mendengar seperti kayu yang bergoyang hebat “kriet,krieet…”. Pikiranku mulai tidak enak, aku pun berjingkat menuju kamar atas.

Aku mendengar rintihan wanita yang aku kenal suaranya, “Ifa, tapi sama siapa dia? pasti Tommy deh, Shit!” Batinku. Aku mengendap ke kamar Tommy, dan mulai membuka pintu perlahan. Ternyata benar, Ifa telah bergumul bersama Tommy, tubuh mulusnya terpampang jelas. Ia menungging menghadap meja rias. Tampak jelas pantat indahnya membelakangiku. wajahnya tempak terangsang berat, kulihat itu di pantulan cermin rias yang cukup besar dari kamar Tommy. Tommy menggenjotnya dengan posisi doggy style. Tubuh Ifa tampak sempurna dalam posisi itu, payudara besar yang menggantung indah, pantat sekalnya yang menungging, serta pinggul mulusnya tampak sempurna dari sini. Aku berusaha untuk memendam amarah, tanpa dipungkiri lagi ternyata nafsuku meluap lebih besar daripada amarahku. Aku tinggal berusaha menikmati tayangan di depan mataku.

“Tom, ayo genjot aku lebih dalam tom.. emmh..”
“Pantat lu sekel banget deh fa!”
“Aassh.. enak banget kontolmu tom, kena banget tom! enak..!” Ifa tanpa sadar mulai mengeluarkan kata-kata kotornya.
“Eh, mulutnya nakal ya! tampar sini pantatnya!”
“Ah..enak Tom! Terus Tom..emmhh.. tampar terus Tom!”

Tommy terus menggenjot Ifa dalam posisi itu. Tanpa sadar aku telah memegang kontolku sendiri yang terlah menegang penuh, jujur aku menikmati tayangan itu. aku tak pernah sekonak ini sebelumnya.

“Emmphh.. terusin tom! kita ngentot semalam penuh tom! biarin si adi di kamar sendiri… aku perngen kontolmu aja tom..”
“Errgh, kontol gue sama si adi enakan mana fa?”
“Eeegh..nakan konh..tolmu toh..m, tehh..bel bangeet!” ucap ifa sambil mendesah keenakan.
“eennghh.. nih ambil tehhruuus koonntool guee.., pantat luu faa… gak kuaaat gue.. aahh..”
“aaah.. jangan keluar dulu tooom, ganti posisi aja dulu.. eeeemph..”

mereka pun berganti posisi, Ifa didudukkan di atas meja rias tersebut, keduanya saling berhadapan. Tommy memasukkan kontolnya dari arah depan. Karena takut ketahuan, aku menutup pintu perlahan, dan mulai mengintip dari lubang kunci.

“heeemph, enak banget kontolmu kalo gini tooomhh..! engaaaak bangeeet …! aku udah lama pengen ngentotin kontolmu tom! aaaaanggh….!”
“Ammmphh.. sama faaa… badan lu bagus banget! gak heran deh adiii seneng bangeetthh ngennhhtotin kamuuuhh…!:
“aahh.. jangan ngomonghiiin adi…ahhkkuuu cuman mauuugh kontooolhmuuu….!”
“ambbiiil nhiiih ffaaah! Enak faaa ?”
“enaak bangeeethh…! Aaaah, aku keluar dii!!! gak khuuuaaat! Aaaaaaagh!”

Ifa pun melemas di pelukan Adi yang belum puas berusaha kembali membangkitkan gairah Ifa. Ia mencium seluruh badan Ifa, mulai dair rambut, bibir, leher, telinga hingga kakinya. Sedangkan aku disini hanya menikmati a[a yang aku lihat, aku tidak bisa berbuat apa-apa. nafsu mengalahkan logikaku.

“Kamu belum puas ya Tom?” tanya Ifa sambil menggelinjang geli.
“iya nih, lanjutin yaaaa? please? keburu adi bangun nih! Obat tidurnya kan cuman bentar..” Tommy keceplosan.
“apa? kamu kasih adi obat tidur biar kamu bisa ngentot aku? gila deh kamu tom! gila banget! gemes deh!” jawab Ifa sambil mencubit kontol adi yang masih sangat tegang.
“iiih sakit tau!” jawab Tommy sambil menggigit kuping telinga ifa perlahan
“aahhh.. geli ah Tommhh… kalo sakit sini aku kocokin…”
“aah .. jangan cuman dikocok dong!”
” ah nakal deh kamu… dilanjutin lagi yuk!”
” Jangan banyak omong ah… aku pengen ngentot kamu lagi nih udahan!”

Si tommy pun mengangkat ifa ke kasurnya. dan mereka melanjutkan dalam posisi WOT. Akut tahu ifa paling suka posisi ini karena payudaranya akan terkspos dengan baik. Aku melihat ifa yang sedang tertekuk punggungnya sedang disetubuhi Tommy, benar-benar seperti bidadari. Putih, cantik, payudara yang indah, pinggul yang meliuk, rasanya ingin kulanjutkan masturbasiku.

“aaah, enak deh tooommhh… “
“ennggghhh ihhyaaah faaah… goyaanggghhh teruuusshhh faaahhh..!”
“aaahhh… uuuhh…” lenguh ifa
“susumu bagus banget faaaaahhh…”
“ahmhhh… kamu bisaahh aja deehhh toommhh…”
“faaaahh.. akuuhh mau keluarrhhh… dimana nihh…?”
“diluarhhh aja tommhh..”

Tommy mencabut kontolnya, dan yang bikin aku tercengang Tommy mengerahkan itu ke muka pacarku. Ifa selalu menolak hal itu karena jijik alasannya. Tapi hari ini ia malah membantu Tommy mengocok kontolnya.

“emmmhh… terus fahh..”
“keluarin tooomm.. jangan ditahan..”
” ahh… emmhh .. ahh.. aku keluaarhhh… faaaaaah!!”

seluruh sperma Tommy pun muncrat membasahi seluruh wajah Ifa, dangan rakus ifa menjilat dan mencolek seluruh sperma di mukanya.

“gila deh tom.. kuat bener kamu.. sperma kamu juga enak!”
“ah.. makasih fa.. kalo kamu ke bandung lagi, main sama aku lagi ya…”
“siap deh tooom.. kamu enak banget! kontolmu bagus, bengkok ke atas”
“ah kamu bisa aja, tamparin kontol sini!”
” ah tom, nakal deh!” pekik ifa.

setelah itu pun aku membereskan seluruh celana dalamku yang berlumuran spermaku sendiri, aku masuk dan berusaha terpejjam di kamarku. aku baru sadar kalau Ifa telah bergumul hebat selama 2.5 jam. aku tak tahu setelah itu mereka melakukan kembali atau tidak. ifa kembali ke kamar pada jam 04.00.

besoknya ifa pulang ke surabaya, ia aku antar ke stasiun. selama dalam perjalanan ia tampak lemas. aku bertanya pura-pura tidak tahu.

“kamu kenapa yang?” tanyaku.
“nggak papa kok, kemarin main remi sampai malem, aku ngantuk”
“yaudah, tidur dulu gih.”
“iya yang, kapan-kapan ajak aku ke bandung lagi ya, enak disini.”
“iya deh”

tak beberapa lama kami tiba di stasiun dan ifa pun pulang. aku menyesali kesalahanku yang tidak mencegah peristiwa tadi malam, tapi aku baru paham ternyata nafsu terkadang mengalahkan logika.

Categories: Uncategorized

TTM Temenku

Di kos aku punya temen yang seumuran dengan aku, orangnya cantik dan sexy banget. Kalo dia pake pakean yang ketat menempel dibadanya, pasti lelaki yang ngeliatnya akan nelen ludah dan jadi ngeres, hampir bisa dipastikan bahwa dipikiran lelaki itu adalah bagaimana bisa menggeluti temenku itu di ranjang. Temenku punya ttm, umurnya jauh diatas umur temenku. Orangnya si keren, atletis lagi badannya, tinggi gede. Ketika aku tanya kenapa ttman gak dijadiin cowoknya, temenku bilang dia mo jalani ja dulu for fun, kalo nanti hubungan mreka berkembang baru mikir kedepanya mo kaya apa. Temenku juga suka jalan ma om2, bahkan ada om2 yang dikenalin juga ma aku. Tapi karena aku badannya kecil, gak banyak tu om yang ngajakin aku cek in. Sebenarnya biar kecil badannya tapi aku punya tonjolan2 yang proporsional dengan ukuran badanku, cukup menggoda juga untuk diliat lelaki. Satu weekend, temenku itu jalan lagi ma om2, padahal dia dah janjian ma ttm nya yang baru pulang dari ausi. Dia bilang ke aku supaya bilang dia lagi nengokin omanya yang sakit keras sehingga kudu pulang ke kapungnya. Cipoa banget deh, setau aku omanya dah lama arawahum. Tapi ya sebagai temennya ya aku iya in ja, dia nitip kunci kamarnya ke aku karena ttm nya biasanya kalo dateng suka langsung masuk kamarnya kalo dia blon pulang.
Menjelang sore, kamarku ada yang ngetok, aku baru tidur sehingga masi pake seragam tidur, t shirt dan celpen, kalo tidur aku memang gak pake bra sehingga ketika itu pentil imutku berbayang di tshirt tipisku. Setengah ngantuk aku membuka pintu kamarku. Ternyata si abang, ttm temenku itu. Dia membelalak juga ngeliat pentilku yang berbayang di t shirt tipisku. “Nyari Ayu (nama temenku) ya bang, dia pulang kampung, omanya sakit keras, nih kunci kamarnya”. “Iya dia juga nempel surat dipintu kamarnya, katanya suru minta kunci kamarnya ke kamu. Sori ya aku ngegganggu kamu lagi mimpi”. “Gak kok, mang dah waktunya bangun”. “Mangnya mo kemana”. “Gak kemana2, kalo tidur siangnya kelamaan, ntar malemnya gak bisa tidur aku”. “Gak apa gak bisa tidur juga, kan ada aku”, jawabnya sembari ketawa. “Maksudnya”, aku pura2 gak ngatri arah jawabannya. “Iya, kalo gak bisa tidur nanti malem, aku mau kok nemenin kamu”, dia tertawa lagi. “Ya udah aku mandi dulu ya, nanti aku temeni deh”. “Oke”. Aku melanjutkan tidurku sebentar sampe ngantukku bener2 ilang, baru aku mandi. Aku pake baju rumah ja, kan gak da rencana mo kemana2, sama kaya seragam tidurku, cuma t shirtnya lebi tebel ja, aku si tetep gak pake bra. Aku ngetok pintu kamar temenku, si abang bukain pintunya, “Wah dah cantik nih, mo kemana”. “Mo nemeni abang ja, mau ditemenin gak”. “Mau banget, ditemeni ma yang cantik masa nolak”. “Mangnya aku cantik bang, cantikkan juga Ayu, lebi sexy lagi bodinya”. “Kamu juga sexy kok, proporsional banget semuanya”. “Semua paan bang”. “Smua yang nonjol dibadan kamu, proporsional ma ukuran badan, sexy kan itu namanya”. Aku seneng ja dia muji2 gitu, prempuan mana si yang sebenarnya gak suka digombalin gitu. “Abang baru pulang dari ausi, bawa oleh2 dong buat Ayu”. “ada dikit, buat kamu juga ada”. “Kok bisanya”. “Ya bisalah, aku kan merhatiin kamu juga dah lama, gak tau kan kalo aku perhatiin”. “Masak si”. “Iya karena dimataku kamu gak kalah sexynya ma Ayu”. Dia ngasi aku gantungan kunci dengan bandul koala. “Makasi ya bang, abang lagi nonton ya, film paan si”, tanyaku karena kulihat tvnya nyala hanya dengan warna biru pertanda ada dfilm yang di pause. “Film tailand, Ayu kan minta dibeliin film tailand”. “Kok belinya di ausi”. “Iya di ausi kan bebas jual filem dari mana aja, mo ikutan liat gak”. Aku duduk ja di karpet, memang kamar temenku tu gak da prabotannya, duduk di karpet, tv dan audiovisual equipmentnya yang ditaruh di meja . Tidurpun gelar kasur dilantai, jadi lega ruangannya kalo gak da prabotan yang besar2. Ada ac dan kamar mandi didalem. Aku juga niru gitu dikamarku. Aku duduk nyender di tembok diseblahnya, dia mijit remotenya untuk meneruskan filmnya, rupanya film bokep, cewek tailand maen ma bule. “Cewek tailand kaya orang kita ya bang, gede banget ya punya bule”. “Iya, kamu perna ngrasain yang gede gitu In”. “Blon bang, yang kecilan perna”. “enak tu In kalo kemasukan yang gede gitu, brasa banget gesekannya”. “Yang enak prempuannya pa lelakinya bang”. “Ya dua2nya lah, yang lelaki juga pasti nikmat banget, palagi kalo mem3k prempuannya jadi peret banget kemasukan yang gede gitu, kan berasa kedutannya, kaya diremes2 gitu”. “Kok abang tau, punya abang segede gitu ya”. “Mo liat”. Aku cuma senyum2 ja, pembicaraan mulai ngarah ke ngesex.

Lama2 aku hanyut juga ngeliat serunya tu film ditambah serenade wajib film bokep – ah uh dari ceweknya. Dia tau kalo aku dah mulai hanyut, “Gerah ya In, kalo gerah buka ja t shirtnya”. “Maunya”, jawabku sembari senyum. Perlahan dia usap rambutku dan mengecup keningku Aku mendongakkan kepala untuk memandangnya. Beberapa saat kami saling berpandangan, beberapa saat kemudian wajah kami semakin mendekat, aku menutup mataku dan pada akhirnya dia mengecup lembut bibirku. bibirnya memagut bibirku. dikulum sambil menjulurkan lidahnya untuk mengait-ngait lidahku. Sejenak, dia melepaskan pagutan bibirnya. Ditatapnya wajahku sambil menggerakkan jari tangannya untuk menyibak beberapa helai rambut yang terjatuh di keningku. Dan ketika kembali mengulang ciumannya, ujung lidahku menyusup di antara bibirnya. Segera dipagutnya lidahku. Dihisapnya dengan lembut agar menyusup lebih dalam ke rongga mulutnya. Kedua telapak tangannya turun ke bahuku. Setelah mengusapkan jari-jarinya berulang kali, telapak tangannya meluncur ke punggungku. Lalu dibelai-belainya punggungku dengan ujung-ujung jarinya sambil mempermainkan lidahku dengan ujung lidahnya. Tak lama kemudian, aku melingkari lehernya dengan kedua tanganku. Semakin lama rangkulanku semakin ketat. Kemudian aku menggerak-gerakan lidahku yang lagi dikulumnya, membelit dan balas mengisap. Dia melepaskan pagutan bibirnya. Sejenak kami saling menatap. Lalu dikecupnya dahiku dengan mesra. Kemudian bibirnya berpindah mengecup bahuku. Mengecup berulang kali. Dari bahu bibirnya merayap ke leherku. Sesekali lidahnya dijulurkan untuk menjilat. Aku menggelinjang karena geli. Tangan kirinya menyusup ke dalam tshirt meremas pelan tokedku, sementara tangan kanannya menyusup ke cdku bagian belakang melalui celpenku dan mengusap, meremas lembut belahan pantatku. Dia kembali menciumi aku dengan buas. Bibirku di lumat habis. Lidahnya meliuk-liuk di dalam mulutku dan kusambut dengan kelincahan lidahku. Lalu mulutnya kembali turun ke arah leherku, dia menjilati leherku. Aku memejamkan mata, aku sangat menikmati rangsangannya. Tanganku terus mengusap-usap kontolnya yang masih rapi berada di dalam sarangnya. Terasa besar dan keras.

Kami berciuman seakan-akan kami sepasang kekasih yang telah lama tidak berjumpa. Perlahan dia raih pinggangku dan mendudukkannya dalam pangkuannya. Dia mengusap lembut rambutku, pipiku. Ciuman bibirnya semakin dalam, seakan tidak pernah dia lepaskan. Cukup lama kami berciuman. Akhirnya dia mulai menurunkan bibirnya ke arah leherku. “Ugh…”. lenguhku. Aku makin mendongakkan kepalaku, dia menjelajahi milimeter demi milimeter leherku,.
“Bang… ookkhh…”, lenguhku saat dia melepaskan t shirtku. Aku mengangkat tanganku keatas utuk mempermudah lepasnya t shirt itu. Jilatan-jilatan lembut mulai menjalari tokedku. “Dikasur ja yuk”, dengan sekali gerakan dia dapat menggendongnya. Kami lanjutkan percumbuan dalam posisi berdiri lagi dengan tubuhku dalam gendongannya. Aku mulai meremasi rambutnya. Perlahan-lahan dia merebahkan aku dikasur yang letaknya gak jauh dari karpet itu. Dvd player dan tv sudah dimatikannya. tarikan nafas kami berdua yang masih sibuk bercumbu. Aku melepaskan pakean yang menempel dibadannya. Belon terlepas semuanya aku sudah melenguh lagi karena dia mulai mengulum tokedku. Kali ini
lenguhanku lebih keras dari sebelumnya. Jilatan-jilatan diselingi gigitan-gigitan kecil mendarat di sekitar pentilku, berkali-kali membuat aku menggeliat. Dia meneruskan cumbuannya ke arah perutku. Kini dia mengulum puserku sehingga kembali aku melenguh keenakan. Perlahan dia mulai menurunkan kain terakhir yang menempel pada tubuhku, menurunkan centi demi centi cdku menyusuri kedua kakiku hingga terlepas entah kemana. Seiring itupun, dia mulai menurunkan jilatan ke arah selangkanganku, “Bang… diapain… uugghh…”

Dengan gemas, dibenamkannya hidungnya persis di antara bibir memekku. Sesekali diselingi dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. “Bang..! Aauuw!” pekikku sambil menggelinjangkan pinggulku. Tapi beberapa detik kemudian, aku merasakan lidahnya menjilat-jilat bagian luar memekku, aku merintih-rintih. Aku merasa nikmat setiap kali lidahnya menjilat dari bawah ke atas. Jilatan itu membuat aku menjadi liar, aku menghentak-hentakkan kakiku dan menggeliatkan pinggulku berulang kali. Memekku semakin basah. Karena tak tahan lagi menerima kenikmatan yang mendera memekku, aku menjambak rambutnya dengan satu tangan, tanganku satunya menekan bagian belakang kepalanya. “Bang, aarrgghh! aku dah mo nyampe”. Dia menghentikan jilatan lidahnya. Ia menengadah dan memandang wajahku, aku lagi repejam merasakan nikmatnya jilatannya. “Cepet banget In”, tanyanya sambil menyisipkan jari telunjuk ke dalam memekku. Dia menenggelamkan dan menggosok-gosokkan hidungnya ke belahan bibir memekku. Nafasku terengah-engah. Mulutku setengah terbuka megap-megap. Aku menggeliatkan pinggulnya untuk menahan cairan yang terasa ingin mengalir keluar dari memekku. kepalanya ditekan ke memekku dan menghisap2nya sambil meremas kedua bongkahan pantatku. Dan Aku semakin keenakan, membuat lendir semakin banyak mengalir ke lubang memekku. Aku mengangkat kakiku yang terjuntai di atas kasur dan melilitkan betisku di lehernya. Aku tak ingin kepalanya lepas dari pangkal pahaku. Aku mempererat tekanan betisku di lehernya. Aku juga menjambak rambut dan menekan bagian belakang kepalanya lebih keras, sehingga mulutnya makin terbenam di dalam memekku. Dia telah merasakan bibir dan dinding memekku berdenyut-denyut. DIa pun dapat merasakan hisapan lembut di lidahnya, seolah memeku ingin menarik lidahnya lebih dalam. Sejenak, dia mengeluarkan lidahnya untuk menjilat dan menghisap bibir memekku. Dikulumnya berulang kali. Dijilatinya kembali dinding dan bibir memekku. “Baaang, aku nggak tahan lagi”. Dia semakin bersemangat menjilat dan menghisap-hisap. membuat pinggulku terhentak-hentak. Walaupun kepalanya terperangkap dalam jepitan paha dan betisku, tetapi dia dapat merasakan setiap kali pinggulku terangkat dan terhempas. Berulang kali hal itu terjadi. Terangkat dan terhempas kembali. Sesekali pinggulku menggeliat pertanda aku dah bener2 mo nyampe. Dan ketika dia merasakan rambutnya kujambak semakin keras diiringi dengan pinggulku yang terangkat menghantam wajahnya, dia segera mengulum itilku. Sesekali dihisapnya disertai tarikan lembut hingga itilku hampir terlepas dari bibirnya. Ketika merasakan pinggulku agak berputar, dijepitnya itilku dengan kedua bibirnya agar tak lepas dari hisapannya. “Bang, aku nyampeee. Aargh.. Aarrgghh..!” Dia menjulurkan lidah sedalam-dalamnya. Bahkan ditekannya lidah dan kedua bibirnya agar terperangkap dalam jepitan bibir memekku. Setelah mencicipi rasa di ujung lidahnya, dihisapnya cairan memekku sekeras-kerasnya. Direguknya lendir itu dengan lahap. Lalu dibenamkannya kembali hidungnya di antara celah bibir memekku yang berdenyut-denyut itu. Dan ketika merasakan pinggulku terhempas kembali ke atas kasur, dia menjilati memekku. Setetes lendir pun tak dia sisakan! Bahkan lendir yang membasahi jembutku pun dijilatinya. Jembutku jadi merunduk rapi seperti baru selesai disisir! “Bang., ooh, aarrgghh.., Enak banget”.

Dia memandang wajahku. Mataku terpejam sambil menggigiti bibirku sendiri, tanganku yang mencengkram seprei di tepian kasur dengan kencang, serta nafasku yang tidak beraturan. Dia membiarkan aku meregang dirinya dalam detik demi detik puncak kenikmatan yang baru saja kudapat. “Aku ke kamar mandi dulu ya bang”, dia mengangguk. Ketika aku sedang membilas tubuhku dibawah shower air hangat dia masuk ke kamar mandi. “Bang, tolong matikan AC kamar. Biar nggak kedinginan kalau aku keluar nanti”,.AC tidak dia matikan tapi aku setel menjadi 25 derajad. Biar lebi hangat. Lalu dia kembali melangkah ke kamar mandi lagi. “Jangan bengong, bang, mandi sekalian aja…”, kataku waktu dia bengong. Dia segera melepas sisa pakeannya yang belon aku lepasin waktu dia ngemut tokedku. Sesaat ketika badannya basah tersiram air, aku menyabuni seluruh tubuhnya dengan pelan dan lembut. Mula-mula tangannya, lalu dada dan perut. Aku minta dia berbalik badan dan kemudian punggungnya mendapat giliran. Setelah bagian atas tubuhku rata terkena sabun, aku berjongkok. Kusabuni kakinya, lalu naik ke paha. Aku memegang kontolnya dan mengelus batangnya pelan-pelan, terasa sangat licin dengan sabun. Setelah bersih, tiba gilirannya. Dia segera mengambil sabun dari tanganku. Mula-mula dia mengusap kedua tanganku. Lalu beralih ke perutku. Kemudian tangannya merayap naik, kedua tokedku disabuni dengan lembut. Tangan kirinya membelai lembut toked kananku, sementara tangan kanannya mengusap-usap toked kiri. Dia lakukan berulang-ulang, aku memejamkan matanya sambil mendesah, menikmati sensasi. Tubuhnya merapat ke tubuhku, dan dengan posisi seperti memeluk, tangannya menyabuni punggung dan pantatku. Ketika tangannya sampai di belahan pantatku, sengaja dengan lembut dia sedikit menusukkan jemarinya ke lubang anusku. “Emmhh… baang,…”, aku mendengus perlahan. Setelah bagian atas tubuhku rata dengan sabun, dia lalu berjongkok. Dia mulai mengusap kaki dan betisku. Pelan.., perlahan sekali. Lalu tangannya naik ke pahaku. Aku agak merenggangkan kakiku, agar tangannya bisa menyusup ke celah pahaku. Lalu tangannya naik lagi, sampai akhirnya dia bisa menyabuni jembutku. Agak lama dia mengusap-usap sekitar selangkanganku dengan lembut, hingga bibir memekku merekah. “Sudah.. Mas”, lenguhku. Dia berdiri dan memeluk tubuhku. Dia menciumku sampai aku kembali terengah-engah. Tubuh kami terus bergerak mencari kenikmatan. Tangannya mengusap pantatku, paha dan kedua tokedku. Aku juga terus menggerayangi tubuhnya, punggung, pantat dan akhirnya bermuara ke kontilnya. Kukocok-kocok kontolnya. Dia merasa nikmat. Aku mundur dan bersandar di dinding. Kaki kurenggangkan, mataku terpejam. Aku lalu memegang kontolnya. Sabun makin mencair tapi masih tetap licin.

Aku baru membuka mataku ketika kurasakan sebuah benda menempel lembut pada bibir memekku. Aku memandang lembut ke arah wajahnya yang tepat berada di depan wajahku. “Aku masukin ya” bisiknya sambil mengecup keningku. Aku hanya mengedipkan kedua mataku sekali, sambil tetap memandangnya. Perlahan-lahan dia tekan kontolnya menerobos liang memekku. Aku makin merenggangkan lagi kakiku. Kubimbing kontolnya ke arah lubang memekku. Dan acchh…, kontolnya mulai masuk. nafasku tertahan di tenggorokan, menikmati sensasi mili demi mili penetrasi yang dia lakukan, hingga akhirnya eseluruhannya terbenam utuh. Kami terdiam dan saling berpandangan sejenak. Dia kecup bibirku lembut sebelum mulai menggerakkan kontolnya. Mula-mula perlahan. Makin lama makin cepat. aku memeluk kedua pantatnya ikut menekan. Nikmat sekali rasanya. Badan kami masih licin. Terus dia ayun-ayunkan kontolnya kluar masuk memekku. Tokedku menekan dadanya, dinding memekku meremas kontolnya yang terus dipompanya kluar masuk. Tak lama, aku merasa tak tahan lagi. Kupeluk dia erat-erat. Aku telah sampai ke puncaknya lebih dulu. Kontolnya makin kencang menancap. Ayunan kontolnya makin lama makin cepat.
“Achh…, achh…, terus bang…, terusss…”, lenguhku. Pinggulku terus bergerak mengimbangi tusukannya. Sejurus kemudian, kami saling berpelukan erat sekali. Dia mencium bibirku.

Dia mencabut kontolnya. Dia menghadapkan tubuhku ke arah dinding. Aku nungging. Pantatku yang masih licin oleh sabun diusap-usap. Jari tengahnya mulai memainkan memekku. Aku melenguh. Dia mainkan itilku, diusap dan diplintir, sehingga aku makin menggelinjang. “Sekarang bang…, sekarang…”, desahku. Kupegang kontolnya dan kubimbing masuk ke dalam celah memekku. Dia tusukkan pelan-pelan kontolnya. Aku condongkan badannya kedepan untuk memlintir2 pentilku dan kemudian meremas2 tokedku. Makin lama makin cepet dia memompa memekku. “Bang aku lemes deh, aku dah nyampe abang belon ngecret ya, terusin di kasur yuk bang”. Dia mengerti kondisiku. Kemudia dia brenti memompaku dan mencabut kontolnya keluar memekku. Masih keras banget dan berlumuran lendir memekku. Tersirat kekecewaan diwajahnya. Aku jadi gak enak, dia sudah membawa aku ke surga kenikmatan tapi dia belon nyampe sama sekali. Kontolnya kugenggam sambil menggerakkan tanganku maju-mundur, dari leher batang kontolnya hingga ke pangkalnya. Palkonnya semakin lama semakin berwarna merah tua. Kuelus-elus palkonnya dengan ujung jempol. “Ooh.., nikmat, Sayang!” Wah mulai sayang2an neh. Aku meremas biji pelernya. Dia meletakkan kedua belah telapak tangannya di atas kepalaku.

Lalu dengan tarikan yang sangat lembut, dia menarik kepalakuu agar semakin mendekat ke kontolnya. Aku mendekatkan bibirku ke bagian tengah palkonnya. Kujilat lubang kencingnya, ada sedikit lendir disana. kemudian kukulum palkonnya. Leher kontolnya kujepit dengan bibir sambil mengoles-oleskan lidahku di lubang kencingnya. Dia mendesah. “Argh.., aduuhh..!” desahnya sambil menekan bagian belakang kepalaku lebih keras. Setengah batang kontolnya telah masuk ke dalam mulutku. Aku menengadah memandangi wajahnya, tampak dia keenakan ketika kontolnya kusepongin. Aku merasakan lagi tekanan di bagian belakang kepalaku, tekanan yang membuat aku memasukkan batang kontolnyakemaluan itu lebih dalam. Dia mengusap-usap rambutku. Perlahan-lahan, ditariknya kontolnya kemaluannya hingga palkonnya yang masih tersisa. Dan dengan perlahan-lahan pula, didorongnya kembali batang kontolnya kedalam mulutku. Diulangnya gerakan itu beberapa kali, tiba-tiba didorongnya lagi dengan keras hingga bibirku menyentuh jembutnya. Aku tersendat karena ujung batang kontolnya menyentuh kerongkonganku. Dia segera menarik kontolnya mundur kembali. kembali palkonnya kuhisap-hisap. Lalu batang kontolnya kukeluarkan dari mulut, aku mulai menjilati batangnya hingga ke pangkalnya. ujung lidahku beberapa kali menyentuh biji pelernya, sehingga dia mendengus keenakan. Ketika kurasakan jambakan lembut di kepalaku, kuhisap-hisapnya biji pelernya. lidahku melata ke arah bawah untuk mengecup dan menjilat-jilat celah sempit antara biji peler dan lubang pantatnya. “Aarrgghh..!” desahnya ketika merasakan lidahku itu menjilat-jilat semakin liar. Bahkan dia mulai merasakan bibirku mulai mengisap-isap celah di dekat lubang pantatnya. Sangat dekat dengan lubang pantatnya! Dan sesaat dia berhenti bernafas ketika merasakan ujung lidahku akhirnya menyentuh lubang pantatnya. Dia menggigil merasakan nikmat yang mengalir dari ujung lidah itu. Matanya terbeliak ketika merasakan tanganku membuka lipatan daging di antara bongkah pantatnya. Hanya bagian putih di bola matanya yang terlihat ketika dia meresapi nikmatnya lidahku saat menyentuh lubang pantatnya. “Oorgh.., aarrgghh.. Nikmat, Sayang!” desahnya sambil menggerakkan pinggulnya menghindari jilatan di pantatnya.
Dia sudah tak kuat menahan kenikmatan yang mendera tubuhnya. Palkonnya sudah membengkak. Lalu dia mengarahkan palkonnya ke mulutku. “Aku sudah tak tahan, In” sambungnya sambil menghunjamkan batang kontolnya sedalam-dalamnya. Aku tersendat ketika palkonnya menyumbat kerongkonganku. ketika batang kontolnya bergerak mundur, aku mengisapnya dengan keras hingga terdengar bunyi ‘slurp’. Kedua telapak tanganku mengusap-usap bagian belakang pahanya. Lalu aku kembali menengadah. Kami saling tatap ketika batang kontolnya kembali menghunjam rongga mulutku. Telapak tanganku ikut menekan bagian belakang pahanya. Kepalaku ikut maju setiap kali batang kontolnya menghunjam mulutku. Aku merinding setiap kali ujung palkonnya menyentuh kerongkonganku. “Aarrgghh.., In, aku sudah mau keluar. Telan ya sayang pejuku”. “Hmm..” sahutku sambil mengangguk. Dia semakin tegang setelah melihat anggukan itu. Sendi-sendi tungkai kakinya menjadi kaku. Nafasnya mengebu-gebu seperti seorang pelari marathon. Sebelah tangannya menggenggam kepalaku, dan yang sebelah lagi menjambak. Pinggulnya bergerak seirama dengan tarikan dan dorongan lengannya di kepalaku. Hentakan-hentakan pinggulnya membuat aku terpaksa memejamkan mata.
Batang kontolnya sudah menggembung. Akhirnya ia meraung sambil menghunjamkan batang kontolnya sedalam-dalamnya. Berulang kali. Ditariknya, dan secepatnya dihunjamkan kembali. “Aarrgghh.., aduuh! Aarrgghh..!” raungnya sekeras-kerasnya ketika dia merasakan pejunya muncrat ‘menembak’ kerongkonganku. Sesaat ia merasa kejang. Dibiarkannya batang kontolnya terbenam. Tangannya mencengkeram kepalaku dengan keras karena tak ingin kepalaku meronta. Dia tak ingin mulutku terlepas ketika dia sedang berada pada puncak kenikmatannya. Keinginan itu ternyata menjadi kenikmatan ekstra, yaitu kenikmatan karena ‘tembakannya’ langsung masuk ke kerongkonganku. ‘Tembakan’ itu akan membuat kerongkonganku agak tersendat sehingga pejunya akan langsung tertelan. Setelah ‘tembakan’ pertama, dia masih merasakan adanya tekanan peju di saluran lubang kontolnya. Maka dengan cepat ia menarik batang kontolnya, dan menghunjamkannya kembali sambil ‘menembak’ untuk yang kedua kalinya. “Hisap sayang, aarrgghh..! Aarrgghh..!” Ditariknya kembali batang kontolnya. Tapi sebelum kembali menghunjamkannya, dia merasakan gigitanku di leher batang kontolnya. Dia pun berkelojotan ketika merasakan gigitanku disertai kuluman lidah. ‘Tembakan’ kecil masih terjadi beberapa kali ketika lidahktu mengoles-oles lubang kontolnya. “Ooh.., nikmatnya!” gumamnya sambil membelai-belai kedua belah pipiku. Sambil menengadah dan membuka kelopak mataku, aku terus mengulum dan menjilat-jilat. Tak ada lendir berwarna susu yang mengalir dari sudut bibirku. Tak ada setetes pun yang menempel di daguku. Dan tak ada pula lendir yang tersisa di palkonnya. Bersih. Semua kutelan. “Yang, nikmat banget deh, apalagi kalo ngecret dimekek kamu ya”. “Kok abang manggil aku Yang si, ntar Ayu cemburu lo”. “Ayu kan bukan cewekku,kita cuma ttm an, gak da haknya dia untuk cemburu, lagian aku beneran sayang lo ma kamu”. “Masak si”, aku mencibir. “Bener, aku pengen kamu jadi cewekku, bukan ttm seperti aku dan Ayu, mau gak, kamu gak da cowok kan”. Aku tersanjung mendengar gombalannya. “Serius bang?” “Seribu rius, mau ya”. Aku cuma mengangguk, “tapi abang ngomong baek2 ma Ayu ya. Abang jangan maen ma Ayu lagi, ma aku ja ya bang”. Dia terdiam sejenak, lalu menggangguk. “Laper neh, kita cari makan yuk”.

Kami bebersih diri dibawah shower air hangat kembali sambil peluk cium, kemudian aku kembali ke kamarku untuk tuker pakean, dan tak lama kemudian kita sudah berada di jalan menuju ke food court yang gak jauh dari tempat kosku. Kami santap malam dengan santai, dia humoris sekali sehingga aku sampe tersedak karena terpingkal2 geli sementara makanan masi ada dalam mulutku. “Bang, napa si abang pengen aku jadi cowok abang”. “terus terang ya In, ternyata ngentotin cewek imut kaya kamu nikmat banget, mem3k kamu peret banget jadi empotannya kerasa banget”. “Memangnya ma Ayu gak nikmat ya bang”. “Nikmat juga si, tapi ma kamu lebi nikmat lagi, mau ya jadi cewekku”. “Pokoknya abang ngomong dulu baek2 ma Ayu, aku kan gak mau pertemenanku ma Ayu rusak bang”. “iya deh”, dah kenyangkan, pulang yuk”. “abang dah pengen maen lagi ya”. “Iya la, tadi kan ngecret di mulut kamu, aku pengen ngecret di amem3k kamu, bole kan”. “Bole banget bang”. “Kudu dikondomin gak”. “Gak usah bang, enak juga polos, nikmat banget kalo aku nyampe trus kesemprot peju anget”. “Mangnya kamu lagi gak subur”. “Justru nikmat banget kalo lagi subur bang, napsuku lebi menggebu2″. “Gak takut halim”. “Halim? hamil maksudnya”. “Ya, sengaja kuplesetin, kirain ngatri”. “Aku minum obat bang udahannya, kalo lagi subur”. “Wah asik banget tu, jadi pengen buru2 dah dikamar lagi”.

Sampe di kos, “Bang maennya dikamar aku ja ya, aku lebi nyaman dikamar ndiri”. “Gak masalah”. Kami masuk kamarku, segera dia mencium bibirku. Dia bersemangat ketika menciumi leherku Sesekali lidahnya menjulur menjilat hingga membuat aku beberapa kali mendongakkan kepalaku. Dia segera melepas bajuku dan branya sekalian. Aku merangkul lehernya, sehingga tokedku menempel ketat ke dadanya. Karena senang dan gemas, dia segera meremas bongkah pantatku. Diremasnya berulang kali. Bahkan sambil meremas, bongkah pantatku agak ditariknya ke atas agar dia tak perlu terlalu menunduk ketika menciumi leherku. Aku menyukai tarikan di bongkah pantatku walau hal menyebabkan aku harus berjinjit. Tak lama kemudian, karena jari-jari kakiku mulai terasa kelu, aku menggantung di lehernya agar dapat melingkarkan kedua belah kakiku di pinggangnya. Tumitku terpaksa menekan pinggulnya ketika aku merasakan ciuman-ciuman basah merayap menuju tokedku. Ciuman yang membuat aku beberapa kali melengkungkan punggung ke belakang, memberi ruang yang lebih luas kepada dia untuk menciumi tokedku. Beberapa menit kemudian, tumitku menekan lebih keras karena aku ingin mengangkat badanku lebih tinggi agar ciuman-ciuman itu segera mendarat di tokedku. Lidahnya pun mulai merayap dari lekukan bawah hingga ke pentilku yang kecil. Semakin lama lidah itu bergerak semakin cepat. Menjilati bergantian. Toked kiri dan kanan. Dan ketika merasakan air liurnya telah membasahi kedua tokedku, dia segera mengulum pentilku yang kemerahan. “Ooh..! Ooh.., abang! Aarrgghh..!” desahku ketika merasa pentilku digigit dengan lembut. Dan ketika bibirnya berpindah ke toked sebelahnya, lalumengulum dan menjentik-jentikkan ujung lidah di pentilku, aku kembali mengerang..“baang..! Aargh.., enak!!”

Tapi beberapa detik kemudian, dia melepaskan pelukannya, sisa pakeanku dilepaskan sehingga aku bugil bulat didepannya, segera aku dibaringkan di kasur, kakiku dikangkangkannya. dengan lembut diusap-usapkannya telapak tangannya ke betisku. Semenit kemudian, dibelai-belainya betisku dengan pipinya. Lalu dikecupnya. Mula-mula dia mengecup bagian bawah, tetapi semakin lama semakin naik ke arah belakang lutut. Mula-mula kecupannya kering, tetapi semakin mendekati belakang lutut, kecupannya semakin basah. Ketika bibirnya telah terselip di belakang lututku yang tertekuk itu, ia mengecup sambil mempermainkan ujung lidahnya. “Geli, bang!” Dia memindahkan kecupannya ke betis yang sebelah lagi. Dengan sabar, dia mengecup kembali. Mengulangnya berulangkali. Dan kemudian mulai menjilat ke arah bawah.
Sesekali dia mengecup dengan gemas, setengah menggigit. Aku sangat menikmati hembusan nafas yang terasa hangat di betisku. Setiap kali dia mengecup, seolah tersisa kehangatan di bekas kecupannya. Dia mulai menciumi lutut bagian dalam. Dia menatap pahaku yang terpampang di depannya. Pahaku terbuka lebar sehingga dengan mudah ia menciumi dan sesekali menjilatnya. Lalu diusapkannya wajahnya beberapa kali ke permukaan paha dalamku. Kedua belah telapak tangannya pun giat bergerak menyalurkan kehangatan. Tangan kirinya mengusap-usap paha kananku bagian luar, sedangkan telapak kanannya digunakan untuk mengusap-usap betis kiriku. Aku sangat menyukai usapan-usapan telapak tangannya. kehangatan pun mulai terasa menjalar di bagian bawah perutku ketika aku merasakan lidahnya merayap mendekati lipatan antara paha dalam dan memekku. Aku merintih ketika bibirnya menariki jembutku. Hal itu malah membuat memekku semakin basah. Akul menarik kepalanya ke arah pangkal pahaku. Kedua tanganku menahan agar kepalanya tetap berada di pangkal pahaku. Dan ketika aku merasakan kehangatan lidah menyusup ke dalam memekku, aku merintih..“Ooh, ooh.., enak bang! Aarrgghh..!” Tarikan nafasku pun mulai tak teratur ketika lidahnya menjilati dinding dan bibir dalam memekku. Aku mendorong pinggulku agar lidahnya masuk semakin dalam. Sebuah sensasi yang membuat memekku semakin basah berlendir. Apalagi ketika merasakandia mengisap lendir yang terselip di bibir dalam memekku, aku merintih berulang kali..“Argh..! Argh..! bang, Oh nikmatnya, sstt, sstt.., aarrgghh..!” Kemudian dia menekan hidungnya ke celah sempit di antara bibir memekku.

Ditekannya sedalam-dalamnya. Aku terkejut merasakan hidungnya itu tiba-tiba menusuk lubang memekku. Aku menggelinjangkan pinggulku. Menggelinjang dalam kenikmatan. Geli dan nikmat tiba-tiba terasa menusuk hingga ke jantungku. Aku merintih-rintih berkepanjangan akibat dengusan nafasnya di dalam lubang memekku. “Aarrgghh..! bang..! Aarrgghh.., aarrgghh..!” rintihanku semakin keras. “Bang! Aarrgghh..! Aku mau nyampe!” Aku tak berusaha menghindari hidungnya, bahkan aku memutar pinggulku sambil menekan bagian belakang kepalanya. Hal itu tak berlangsung lama. Aku hanya mampu memutar-mutar pinggulnya beberapa kali! Tiba-tiba saja aku merasakan adanya dorongan lendir orgasme yang tak mampu kutahan. Dorongan itu terasa sangat kuat. Jauh lebih kuat daripada dorongan yang biasanya aku rasakan ketika mendekati puncak orgasmeku. “Bang.., aku mau nyampe! Aarrgghh..”
mendengar rintihanku, dia semakin meremas dan menarik kedua bongkah pantatku agar hidungnya semakin tenggelam ke dalam liang memekku.

Remasannya di bongkah pantatku itu sangat kuat, membuat aku hanya dapat merintih dan meronta-ronta. Dan tak lama kemudian, “Aarrgghh.., aku nyampe!” Lalu dia mulai menjilati memekku yang masih berlepotan lendir itu. Aku menggeliat ketika merasakan kembali lidahnya yang menjilati bibir luar memekku. Aku mengusap-usap rambutnya yang masih rajin menjilati memekku.Aku mendesah ketika lidahnya mulai mencari-cari sisa lendir di balik sekumpulan urat saraf yang itilku. Aku menggeliat. Dan menggeliat lagi ketika merasakan itilku dijentik-jentik dengan ujung lidahnya. Dia masih menjilat-jilat. Sesekali mengulum bibir luar memekku. “Bang, nikmatnya!” desahku sambil menatapnya.

“Sekarang dimasukin ya In!” Aku diem saja, menunggu.
Dia menjatuhkan dadanya di antara kedua belah pahaku. Lalu dengan gemas, diciumnya pusarku. “Bang, geli!” Dia tersenyum sambil mengangkat kepalanya. Tapi tak lama kemudian diulang-ulangnya mencium hingga membuat aku kembali menggelinjang beberapa kali. Dengan menggunakan kedua siku dan lututnya, dia merangkak hingga wajahnya terbenam di antara kedua tokedku.
Dikecupnya lekukan tokedku. Lidahnya sedikit menjulur ketika mengecup. Kecupan basah. Tak lama kemudian, lidahnya melata menjilat tokedku sebelah kanan. Diulangnya beberapa kali hingga tokedku mulai basah tersapu air liurnya. Ia berhenti sejenak untuk menatap keindahan pentilku. Lalu tangannya kirinya bergerak mengusap bagian bawah buah tokedku, kemudian bergerak ke arah atas sambil meremas dengan lembut. Remasannya membuat pentilku terlihat semakin tinggi. Menggemaskan. Dan dengan cepat dikecupnya pentilku yang masih kecil itu. Dikulumnya sambil mengusap-usapkan tangan kanannya di punggungku. “Kamu cantik sekali, In” katanya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku tersenyum, senang mendengar pujian itu. Kurangkulnya lehernya dengan tangan kiriku, kemudian kucium bibirnya dengan mesra. Kuhisap lidahnya yang menyusup ke bibirku. Kuhisap sambil mengait-ngaitkan ujung lidahku. Tak lama kemudian, tangan kananku bergerak ke arah pangkal pahanya. Setelah mengusap-usap beberapa kali, kugenggam batang kontolnya. Lalu kuarahkan palkonnya ke celah di antara bibir memekku yang mulai berlendir.

Dia menarik nafas panjang merasakan kelembutan dan kehangatan di ujung batang kontolnya. lendir dari celah bibir memekku mengolesi ujung palkonnya. Batang kontolnya menjadi semakin keras. Urat-urat berwarna hijau di kulit batang kontolnya semakin membengkak. Dia sedikit menekan pinggulnya agar palkonnya terselip di bibir memekku. Dia menatap wajahku ketika merasakan pinggulku yang ditindihnya menggeliat. Dengan tambahan tekanan yang lebih keras, palkonnya akhirnya terselip. Dia menahan nafas ketika merasakan hangat dan sempitnya bibir memekku menjepit palkonnya. Lalu ia mulai menciumi leherku Dadanya direndahkan hingga menekan kedua tokedku. Dia sengaja melakukan hal itu karena ingin merasakan kekenyalan tokedku ketika aku menggeliat. Dia mendorong batang kontolnya lebih dalam. “Ohh.., bang.” Dia menciumi telingaku. “Belit pinggangku dengan kakimu, Sayang,” bisiknya di sela-sela ciumannya. Tangan kirinya meremas tokedku, sedangkan tangan kanannya mengelus-elus paha luarku yang baru membelit pinggangnya. Lalu ia mendorong batang kontolnya lebih dalam. Sesak! Perlahan-lahan ia menarik sedikit batang kontolnya, kemudian mendorongnya. Hal itu dilakukannya beberapa kali hingga dia merasakan cairan lendir yang semakin banyak mengolesi palkonnya.
Sambil menghembuskan nafas berat, didorongnya batang kontolnya lebih dalam, kemudian ditariknya batang kontolnya hingga hanya ujung palkonnya yang yang terselip di bibir luar memekku. Lalu didorongnya kembali perlahan-lahan. Diulangnya beberapa kali. Lalu diciumnya bibirku dengan lahap. pentilku diremasnya dengan jempol dan jari telunjuknya. Dan ketika merasakan aku mendorong pinggulku, dengan cepat didorongnya pula batang kontolnya.
“Hmm.., hhmm..!” gumamktu sambil mengisap lidahnya sekeras-kerasnya.

Aku hanya dapat bergumam ketika merasakan batang kontolnya menghunjam ke dalam lubang memekku. Aku menggeliat-geliat, tapi semakin menggeliat, batang kontolnya masuk semakin dalam. Sesaat,dia membelai-belai rambut di dahiku. Lalu mengecup keningku dengan mesra. Tak lama kemudian, bibirku dikecupnya dengan lembut. Dikulumnya dengan penuh perasaan. Dia baru menarik batang kontolnya perlahan-lahan setelah merasakan lidahku menyusup ke dalam mulutnya.

Dia kembali membenamkan batang kontolnya perlahan-lahan. Kali ini ia hanya mendengar aku mendesis beberapa kali sambil merangkul lehernya erat-erat. Dia pun merasakan dua buah kakiku yang semakin erat membelit pinggangnya. Ia masih tetap mendengar aku mendesis ketika dia menarik batang kontolnya. Setelah menarik nafas panjang, dia menghentakkan pinggulnya sedalam-dalamnya hingga pangkal pahanya bersentuhan dengan pangkal pahaku. Dia mendesah beberapa kali ketika merasakan seluruh batang kontolnya terbenam ke dalam memekku. Bahkan dia merasakan ujung kontolnya menyentuh mulut rahimku. Sejenak dia diam tak bergerak. Dia sengaja membiarkan batang kontolnyanya menikmati sempitnya lubang memekku. Dia terpejam merasakan remasan lembut di batang kontolnya ketika memekku berdenyut. “Aarrgghh.., ooh, ohh..,” rintihku ketika seluruh batang kontolnya telah terbenam ke dalam lubang memekku. aku merasakan nikmat di sekujur tubuhnya. Rasa yang membuat bulu-bulu roma di sekujur tubuhku meremang, yang membuat aku terpaksa melengkungkan punggungnya. Kuku-kuku jari tanganku menancap di punggungnya ketika aku merasakan biji pelernya memukul lubang pantatku. Aku semakin melengkungkan punggungku menjauhi kasur ketika dia menarik batang kontolnya. Aku tak mampu bernafas ketika merasakan nikmatnya saat bibir dalam memekku tertarik bersama batang kontolnya. Rasa nikmat yang menjalar dari memekku, membuat punggungnya terhempas ke atas kasur ketika dia kembali menghunjamkan batang kontolnya. aku menggigit bibirku meresapi kenikmatan yang mengalir dari itilku. Itilku yang tergesek ketika dia menghunjamkan batang kontolnya. Dia mendesah setiap kali mendorong batang kontolnya. Seumur hidupnya, Ia tak pernah merasakan ada mem3k yang menjepit batang kontolnya sekeras itu. Memekku yang sempit yang membuat telapak tangannya harus menekan kasur sekeras-kerasnya ketika ia menarik batang kontolnya. Akhirnya dia tertelungkup di dadaku. Tangannya menyusup ke balik punggungku dan menggenggam kedua bahuku. Dia terpaksa hanya mengandalkan lututnya untuk menekan kasur agar ia tetap dapat mengangkat dan mendorong pinggulnya. Dia hampir tak mampu membendung pejunya lebih lama lagi. “Aarrgghh.., yang, aku dah mo ngecret, didalem ya”..!” desahnya. Nafasnya mendengus-dengus. Kelopak matanya terbeliak-beliak. Terdengar bunyi “plak” setiap kali ia menghunjamkan batang kontolnya karena pangkal pahanya beradu dengan pangkal pahaku. Bunyi itu semakin keras terdengar setiap kali aku mengangkat pinggulk untuk menyongsong batang kontolnya yang menghunjam. “Aarrgghh.., In, aaku.. Aaku..” Dia tak mampu lagi mengendalikan pejunya. Dia masih mencoba bertahan. Tapi semakin lama memekku yang menelan kontolnya terasa meremas semakin kuat. Remasan yang berdenyut-denyut, seolah ingin menghisap peju yang tertahan di batang kontolnya.

“Aarrgghh.., aarrgghh.., aku ngecret..,” raungnya ketika merasakan pejunya menerobos lubang saluran kontolnya. Dia menghunjamkan pinggulnya sekeras-kerasnya agar ujung palkonnya tertanam sedalam-dalamnya ketika pejunya menerobos ke luar dari kantung biji pelernya. Dia mencengkeram kedua bahuku dengan erat saat dia pun merasakan gigitan manja di bahu kanannya..“Bang, aarrgghh.., aarrgghh.., aku nyampe jugaa..!” rintihku ketika merasakan pejui yang sangat panas ‘menembak’ mulut rahimku. “Nikmat sekali dientot ma abang, jauh lebi nikmat katimbang dientot lelaki laen”. “Makanya jadi cewekku ya, ntar saben malem deh kamu aku entotin”. Aku tersenyum lemes, tak lama kemudian kamu terlelap kelelahan dan juga penuh rasa nikmat.

Categories: Uncategorized
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.