Home > Uncategorized > Istri, Istri, Istri

Istri, Istri, Istri

Waktu telah menunjukan jam 10 lewat 15 menit malam. Tina menunggu suaminya pulang dari tugas luar kota. Tina merupakan istri yang memuja suaminya, Edo. Edo pun sangat sayang terhadap Tina, mereka baru menikah 7 bulan yang lalu. Dari mereka menikah belum ada tanda-tanda Tina hamil. Tapi mereka tidak mempermasalahkan itu. Edo memang seorang pengusaha sukses dan ulet. Mereka mempunyai rumah dengan gaya minimalis serta halaman yang cukup luas. Secara kehidupan mereka sangat bahagia, dan memang itu kenyataannya.

Tak berapa lama sebuah taksi berhenti di depan rumah mereka, Tina pun senang sekali. Karena suami yang ditunggunya tiba di rumah. Segera Tina keluar rumah untuk menyambut suaminya, Edo. “mas..koq aga telat datangnya?”tanya Tina. “Iya nih mah..tadi pesawatnya ditunda karena cuacanya ga bersahabat.”jawab Edo.”Ga.papa..yang penting mas selamat sampai rumah,”ucap Tina dengan tenang.

Mereka pun masuk kedalam rumah, “Loh…kemana bibi Imah, koq ga keliatan?”tanya Edo. Bibi Imah adalah pembantu mereka. “Dia ijin pulang dulu ke kampung.keluarganya ada yang menikah.”jawab Tina. “Dah ..berapa lama?”Tanya Edo lagi.” Dah 2 hari,.koq mas tanya bi Imah aja sih, ga tanya keadaan aku?”jawab Tina dengan aga sedikit kesal. “Ga gitu mah…mas khan khawatir kalo mamah sendirian dirumah” ucap Edo sambil memeluknya. Tangan Edo pun meremas pantat Tina yang sekal, mereka berciuman dengan mesra, ya…Edo sudah meninggalkan Tina, 2 minggu lamanya untuk proyek di luar kota. Karena rumah hanya mereka yang menempati. Mereka tidak sungkan-sungkan bercinta di mana saja dalam rumah. Mereka sekarang saling berciuman, lidah mereka beradu. Remasan tangan Edo di pantat Tina semakin keras. Penis Edo mulai tegang, Edo pun mulai menyelusuri leherTina yang putih. Tina pun sangat menikmati aksi Edo. Kemudian Tina pun mulai membuka kemeja Edo perlahan-lahan, kancing demi kancing sambil mereka tetap berciuman. Sekarang Edo sudah melepaskan kemeja yang ia kenakan tadi. Tina pun mulai membuka celana panjang suaminya, terlihat suatu gundukkan besar dibalik cd Edo. sambil jongkok Tina mulai menciumi gundukan itu, kemudian dia menarik cd itu, terlihatlah penis yang ukuran 17 cm, sudah sangat menegang tanpa terhalang apapun, sekarang Tina mulai menjilati penis Edo. Ini yang dia ingin selama 2 minggu ini, Tina menjilati mulai dari buah zakar, kemudian batang penis terus berlanjut ke ujung penis Edo. “Mmmmhhhh ..aahhhhh..maahh…terus..maaahh”desah Edo. Tina pun mengulum penis suaminya sampai hampir semua masuk kedalam mulutnya. Mulutnya sangat penuh sekali ketika penis Edo keluar masuk mulutnya. Karena sudah mulai terasa linu penisnya, Edo pun menggiring istrinya duduk di sofa ruang tamu. Malam itu Tina memang hanya mengenakan daster tipis tanpa menggunakan BH dan CD. Sehingga Edo leluasa langsung membuka pakaian istrinya dengan mudah, kemudian mulai menjilati payudara Tina yang masih ranum, payudara yang berukuran 35 itu memang manjadi daya tarik Edo untuk menikmati setiap centinya. Dia kulum pentil payudara istrinya itu dengan rakus,”Aaaahhhh..mas”erang Tina. Edo semakin buas menjilati payudara itu. Setelah puas menikmatinya, Edo pun mulai menjilati perut terus turun ke pusar. Kemudian Edo renggangkan kaki istrinya tersebut, sehingga tampaklah belahan vagina Tina yang tampak merah merekah, Ia pn langsung menjilati vagina Tina. Tercium aroma khas vagina yang sang at disukai Edo, Lidah Edo pun mulai menari-nari di vagina istrinya, mulai dari bibir vagina sampai ke klirotisnya.”Aaahhhhh maa…maass..”desah Tina sambil terus memendamkan kepala suaminya ke selakanganya. Edo pun terus menjilati vagina Tina yang sudah basah dengan air liurnya bercampur cairan yang keluar dari vagina Tina. “Eeeghhh..mas..aku. mau keluar…mass.”lirih Tina. Tubuh tina pun mulai menegang.”aahhhhh……oohhhhh…mas…”vagina Tina pun mengeluarkan cairan putih. Ia pun mencapai klimaks yang pertama. Edo pun bangkit dari posisi jongkok dan kemudian duduk di sofa, Tina pun langsung berdiri dan memasukkan penis Edo ke dalam vaginanya yang sudah basah itu.sambil duduk diatas pangkuan Edo. Tina pun mulai mnggoyangkan pinggulnya, Edo pun menjilati payudara istrinya tersebut dengan ganas. Mereka memacu birahinya masing-masing, semakin lama gerakan Tina semakin liar.”Aahhhhh..massssss..”desah Tina.”terusss maaahhhh…teruss…lebih cepat lagi…maaah”ujar Edo. Selang beberapa menit kemudian “aaggghhhhh….”lirih Tina. “Maaaaahh…”desah Edo. Mereka pun berpelukan, mereka mencapai klimaks bersamaan.”I love u mah..”bisik Edo di telinga istrinya. Tina pun menjawab dengan terengah-engah”I love u too..mas”.

Padahal 4 jam lalu di tempat parkir mobil airport yang berjarak 500 km dari rumah tempat tinggal Tina, terparkir mobil Jeep mewah Hammer, interior yang luas membuat sepasang manusia ini leluasa untuk saling bercumbu. Sambil meciumi payudara wanita, jari jemarinya cibuk mengocok vagina wanita itu.”ahhhh…pah…kamu nakal….”lirih wanita itu. Tanpa memperdulikan lirihan wanita itu.lelaki itu terus mengocok vaginanya “Aaaaghhhhhh…..paahhhh……aku …keelluaar…”desahnya lagi. Vagina wanita itu mengeluarkan cairan putih, kental sekali. karena penis laki-laki ini pun sudah tegang. Sekarang mereka bergantian, si wanita mulai menjilati dan mengulum penis lelaki itu yang sudah ia keluarkan dari sarangnya. Dengan ganas, wanita itu melahap penis tersebut tanpa ampun.”aahhhhh….saaayang…..”desah lelaki itu keenakan.sekitar 5 menit berlangsung”terus…sayang …terus..papah mau keluar……aagggghhhhh”.crot…crot cairan putih menyembur dengan deras menyembur di dalam mulut wanita itu. Gina pun menelan sperma suaminya itu dengan tanpa sisa.

“Mas Edo ini ga pernah puas ama aku yach…khan tadi malam kita dah bercinta 3 kali. masih kurang aja”ujar Gina sambil membenahi pakaian yang ia kenakan.”Berarti…papah masih sayang sama istrinya.., nanti kalo kurang. sayangku nganggep papah punya yang lain..”jawab Edo kepada istrinya.Dia pun sambil membenahi kemeja dan celananya yang awut-awutan. Setelah rapih, mereka pun keluar dari mobil menuju pintu airport. Tak lama kemudian, panggilan untuk penumpang kota tujuan J.karena pesawat akan berangkat. Edo pun mengecup kening istrinya Gina, “I love u, sampai ketemu 2 minggu lagi”.”I love u too, hati-hati yah pah…jangan lupa istirahat, jangan terlalu di porsir kerjaanya nanti sakit, jangan ngelirik yang lain…”ujar Gina dengan nada lembut dan manja. Mereka berpisah di koridor pemberangkatan.

Yah..Gina adalah istri kedua Edo, dan Tina adalah istri ketiga Edo. mau tau Edo dengan istri pertama?Tunggu yahhh

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: