Home > Uncategorized > Kisah Manis Anak Kos ( Ida yang Centil)

Kisah Manis Anak Kos ( Ida yang Centil)

Seri : Ida yang Centil

Hampir 2 bulan sudah aku tinggal di di rumah kos bik Sumi ini, selain kisah asmaraku dengan Siti yang terus berlanjut aku mulai akrab dengan penghuni kos terutama para suami. Sering kali kami ngobrol di warung bik Umi, cerita cerita masalah pekerjaan dan rumah tangga. Tentu saja aku tetap menyisihkan waktu buat Siti. Dengan kode tertentu kami tetap aman berhubungan. Hanya mas Imam penjual bakso yang agak jarang ketemu karena biasanya dia pulang jam 11 an disaat kami semua sudah mulai masuk kamar tidur.
Adalah mas Tony dari kamar nomor 3 yang kerja di pabrik roti sangat akrab dengan ku bahkan istrinya juga tak jarang ikut nimbrung di obrolan kami. Istri mas Toni namanya Ida umur 22 tahun, cukup cantik dan sexy, warna rambutnya sering berubah, maklum dia kerja di salon. Tubuhnya terawat bahkan terkesan selalu harum. Aku mengagumi kecantikan Ida yang sering kulirik diam diam ketika kami ngobrol ataupun ketika dia lewat di depan kamarku. Orangnya agak centil, tubuh mungil banyak bicara dan cenderung mau menguasai pembicaraan. Kulit nya putih bersih dan berbulu halus. Yang paling menggairahkan adalah bentuk payudaranya yang menantang. Dia suka mengenakan kemeja kerja yang ketat sehingga kancing depannya tidak mampu menampung sisi dadanya sehingga menjadi sedikit terbuka. Dari celah kancing kemeja inilah aku sering mengintip belahan payudaranya. Nampaknya hal itu disadari oleh ida tapi dia cuek saja bahkan terkesan menantang membuatku penasaran.
Suatu pagi aku bersiap berangkat kerja, kupanaskan motorku sambil mengencangkan jaket, tiba tiba berkelebat bayangan Ida di belakangku dan langsung menepuk pundakku.
“Dit.. aku nebeng ya… “ ida setengah berteriak karena bersaing dengan suara motorku.
“Lho… mas Tony kemana? Kok nggak sama sama?” tanyaku
“Mas tony pulang kemarin malem, lagi ngurus KTP dikampung” jawabnya sambil mengenakan helm
“ooo … kapan balik?”
“Senin malem baru nyampe… dia minta libur hari ini, besok khan udah minggu … ayo ah.. telat nih sambil jalan aja ngobrolnya” kembali sifat aslinya keluar, dia ini orangnya suka memerintah. Akhirnya kami pun berangkat bersama diiringi senyum cemburu Siti ketika kami berpapasan di depan warung. Aku berhenti di sebuah salon tempatnya ida bekerja, ternyata searah dengan perjalananku ke tempat kerja.
“nanti pulang jam berapa dit?” ida kembali menanyaiku
“sekitar jam 6 an lah, knapa mau di jemput?”
“iya.. boleh nanti aku ijin pulang jam 6 aja deh”
Siang itu dikantor beberapa teman ngajakin karaoke sepulang kerja, tapi engingat janiku dengan ida aku tidak mau ikut. Aku pulang jam setengah 6 dengan perhitungan jam 6 sudah nyape di salonnya Ida. Sesampai disalon aku langsung nyelonong ke dalam mencari ida, aku dikenalkan dengan rekan kerjanya 2 orang cewek dan 2 orang cowo bencong. Sementara kepada bosnya seorang wanita setengah baya aku diperkenalkan sebagai adik iparnya. dia minta ijin pulang lebih cepat dengan alasan urusan keluarga. Menurut ida biasanya mereka baru boleh pulang setelah salon tutup sekitar jam 7 an. Kami pun berangkat, di perjalanan aku tawarin ida untuk singgah makan malam dan ida mengiyakan dengan syarat aku yang traktir. Kami mencari warung lesehan di perjalanan pulang, pembicaraan berlanjut sembari makan sampai akhirnya menyentuh hal yang agak pribadi mengenai hubungannya dengan suaminya. Ida cerita bahwa suaminya agak loyo, mungkinterlalu capek karena pekerjaan, di usia perkawinan yang baru 2 tahun dia hanya di beri jatah sekali seminggu sama suaminya itupun ida jarang mendapat kepuasan. Katanya jauh beda ketika baru baru menikah, mas Tony sanggup bercinta setiap hari dengan kepuasan maksimal. Pada intinya ida lebih banyak menguasai pembicaraan, ceritanya mengalir begitu saja tanpa perlu aku pancing dengan pertanyaan. Sampai akhirnya pada pokok pembicaraan yang kumulai …..
“kata orang, wanita berbulu itu libidonya tinggi… bener gak sih?” pancingku
“mungkin aja benar, aku sendiri soalnya selalu merasa kurang di ranjang sama suami” jawabnya tanpa beban
“ya jelaslah… wong kamu Cuma dikasi seali seminggu… maksudku wanita berbulu itu katanya lebih hangat dan lebih menggairahkan kalao di ranjang” aku menimpali
“menurut kamu aku gimana?” dia balik bertanya
“ya… pandangan luar sih bener menggairahkan tapi khan belum coba dalamnya he…he” aku nyengir.
“ooo tahu… kamu pingin nyoba ya…” ida mencubit lenganku, aku ahanya meringis mengiyakan.
“kalo dikasi sihh…. Mumpung ada kesempatan… “ kataku
“hush… kamu ada ada saja… sana bayar makanan” perintahnya
“habis itu?” aku bertanya berlagak bego. Ida terdiam sesaat..
“terserah kamu deh…. “ akhirnya keluar juga jawaban yang kutunggu. Bergegas aku membayar makanan dan segera melarikan ida mencari losmen yang bayak bertebaran disekitar situ. Setiba di dalam kamar aku langsung memeluk ida dengan gemas. Kuciumi dia dan seperti biasa aku mendapat aroma keharuman dari tubuh ida seperti yang selalu kucium.
“aku sudah lama mengharapkan ini… kmu tahu nggak kalo kamu selalu bikin aku penasaran…” ucapku
“aku tahu… kmu sering lirik lirik dadaku kan? Godanya…
“iya… sekarang aku nggak perlu melirik” kubanting ida dengan ganas ketempat tidur, dengan kasar kubuka kancing bajunya satu persatu.. kupaksa dia melepas bajunya yang kemudian ku lemparkan begitusaja ke lantai kamar. Tanganku langsung membuka ikat pinggang dari celana jean yang dikenakannya… kupeloroti sampai benar benar terlepas dari tubuhnya yang mungil. Aku berdiri sesaat memandang dengan puas hasil kerjaku yang tengah terlentang ditempat tidur. Kemudian serta merta kutubruk tubuhnya .. kulumat bibirnya dengan ganas dan ida mnanggapi nya dengan baik. Permainan kulum mulut dan bersilat lidah aku nikmati.. tampak ida terengah engah… aku tidak memberinya kesempatan aku melanjutkan membuka Bh yang dikenakannya. Kemudian kuploroti juga CD nya… sekarang terpampanglah tubuh yang selama ini hanya bisa ku intip itu polos terlentang tanpa sehelai benangpun. Aku membuka pakaianku sendiri sampai benar benar telanjang. Tampak ida tertegun menyaksikan burung ku yang sekarang benar benar terlepas. Puas memandangi tubuh ida , aku kembali menciumi bibirnya kemudian berlanjut ke blahan gunungnya tangan ku tak hentinya memaninkan dan meremas toket besar ida. Bahkan sekarang aku membenamkan wajahku diantara belahan toketnya. Jilatanku mulai turun kearah pusar. Kecupan kecupan kecil disekitar pusar membuat pinggul ida meliuk liuk. Aku menikmati bulu bulu halus dibawah pusarnya, terus turun sampai akhirnya kucium bau yang sangat khas…. Bercampur dengan bau harum tubuhnya ida. Kuarahkan lidahku keselangkangannnya . mulanya kujilat dengan halus dan perlahan tapi kemudian kuhisap dengan kasar.. ida berteriak kecil.
“ enak sayang… teruskan…. Ouuugh….. “ ida meracau.pantatnya mulai terangkat tinggi dan tangannya meremas keras rambutku … tiba tiba dia melepaskan tubuhnya….
“ough…. Aku keluarrrrrr……… “ jeritnya panjang dan memang benar kuarasakn ada cairan anyir menetes disela sela mis V nya… tiba tiba ida mendorongku… dan dia sudah bersimpuh di pinggir tempat tidur…
“Sekarang giliranku “ katanya… tanpa menunggu persetujuanku mulutnya langsung mengarah ke selangkangan ku aku mengerti maka kubiarkan saja dia melakukan tugasnya. Kusibakkan rambutnya sehingga aku leluasa menyaksikan penisku keluar masuk di mulutnya yang mungil. Ida tersenyum menggairahkan urutan dan kocokannya diselingi dengan hisapan hisapan pada penisku membuat darahku memuncak. Aku printahkan dia untuk berhenti… sayang kalau spermaku harus kubuang di mulutnya…
Aku minta dia tidur dan kumulai lagi dngan permainan mulut serta hisapan pada payudaranya, tapi kali ini disertai panetrasi … susah payah penisku akhirnya bisa masuk keseluruhannya dan gerakan konvensional naik turun kulakukan dengan cepat…
“Sayang….. kontolmu besar sekali…. Aduh pepekku penuh… “desisnya
Sebenarnya bukan kontolku yang besar tapi memang lubang nya ida yang agak sempit, atau mungkin ****** suaminya lebih kecil dari punyaku.. hanya butuh beberapa genjotan saja tiba tiba ida memelukku dengan keras … giginya gemeretak… dan pantatnya terangkat tinggi untuk kemudian jatuh dengan sendirinya…. Dia mendapatkan orgasmenya kembali… hanya keluar desisan saja setelah itu den kembali ida memberikan perlawananpada setiap tusukanku. Belum berselang dua menitan tiba tiba ida kembali mengejang kali ini dengan perintah . “tancepin…. Tancepin sayang….. “ dan terdengar jeritan panjang … “ ougghhhhh….. enak sayang…….. ough…..” terasa kedutan kedutan disekitar bibir vaginanya. Posisi di balik kini ida nungging … kumasukkan ****** ku dadi belakang … baru beberapa sodokan ida bilang nggak kuat. Katanya perutnya terasa jebol.. akhirnya kami memilih posisi Women on Top dengan keadaan ini rupanya dia merasa nyaman… mulutku selalu disuguhi payudaranya … disuruh menghisap dan melumat sesekali kuremas dengan tanganku dengan kasar.. dengan posisi ini dia keluar sampai 5 kali dalam waktu yang tidak terlalu lama.
“sayang kamu mau diapain? Aku dah nggak kuat nih… “ katanya memelas
“aku aja yang diatas” kataku
Posisi dibalik lagi kali ini aku menggenjot dari atas dan kiminta dia untuk menghisap putingku…. Toh dengan posisi ini pun ida masih sempat orgasme lagi sampai akhirnya akupun tidak dapat menahan desakan lahar dari dalam penisku. Waktu aku mau cabut ida menahan “ keluarin didalam aja sayang aku pingin merasakan kehangatan spermamu…. “ mendapat ijin seperti itu aku pun merasa nyaman mengeluarkan seluruh isi laharku didalam vaginanya ida.
Kami beristirahat sejenak setelah mengalami kelelahan yang amat sangat. Ida memelukku…
“makasih sayang…. Akhirnya kau dapat yang kucari dari kamu…. Suamiku paling bisa kasi aku sekali atau du kali orgasme…. Tapi sama kamu aku dapat banyak….. aku puas… “ katanya
“ternyata emang bener kata orang .. wanita berbulu libidonya tinggi”
“masak Sih?”
“Ya dong sayang… orang lain orgasme sekali itu sudah puas aplagi dua kali dia akan bilang sangat puas.. tapi kamu orgasme dua kali kamu anggap biasa…. “ aku menjelaskan dan ida tersnyum mencibir…
“tapi hari ini aku puaaaas banget ma kamu” katanya sambil mengecup bibirku dan berlalu ke kamar mandi.
Kami sampai di rumah sekitar jam setengah sembilan, ketika bik sumi bertanya ida berkilah nungguin aku yang pulang telat. Sementara kami aman dari kecurigaan bik Sumi ibu kos ku. Kami langsung menuju kamar masing masing tanpa banyak bicara.
Aku bermaksud hendak langsung tidur karena tadi sudah madi lengkap di losmen ketika pintu belakang kamarku diketuk orang. Bergegas aku membukakan pintu dan ternyata siti berdiri disitu dengan wajah cemberut mengantarkan pakaianku. Seperti biasa dia masuk dan merapikan pakaianku di lemari hanya bedanya kali ini tidak bayak bicara.
Aku peluk pinggangnya dengan lembut.. barulah kemudian dia ngomong.
“Habis ML sama Ida ya…? Ngaku aja…. Nggak apa apa kok… “ katanya
Wah perempuan ini pasti nggak bisa di bohongi… dia tahu gelagatku.
“cemburu ya… “ godaku.
“nggak … Sahutnya ketus. “ngapain cemburu… suami bukan pacar bukan… “lanjutnya
“sudahlah.. ngak ngapa ngapain kok” aku mencoba menghibur.
“nggak apa apa… kamu ngapain juga nggak apa apa… asal jujur. Aku ngrti kok” nada suaranya mulai menurun
“Oke deh aku akuin … kita emang ML tadi di Losmen”
“gitu dong …jujur.. aku tahu kok… cuman tadinya aku mau minta jatah, nggak jadi deh..”
“aku masih bisa kok… “
“nggak ah …besok aja… kmu udah capek … istirahat sana… awas besok nggak kuat” siti tersenyum dengan bibir ancaman yang dibuat buat terus ngeloyor pergi.
Ah… sekarang aku harus melayani 2 wanita pikirku….. terbersit sebuah ide gila di kepalaku… mau tahu ?????

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: