Home > Uncategorized > Kisah Manis Anak Kos (Indah yang Lugu)

Kisah Manis Anak Kos (Indah yang Lugu)

Seri : Indah yang Lugu

Hari Minggu, terbangun sekitar jam 11, malas aku mengeliat geliat di tempat tidur, tidurku sangat pulas semalam, mungkin karena capek atau juga karena puas. Tapi emang biasanya aku memanfaatkan hari minggu untuk bermalas malasan seharian.

Lapat lapat ku dengar suara orang bercakap cakap dibelakang rumah, suara wanita… siapa lagi kalau bukan Siti, tapi sama siapa? Penasaran aku singkap korden di kaca nako belakang, ah benar kiranya itu Siti dan Ida? Hah… tumben mereka begitu akrab, ngerujak bareng lagi…. Aku mencoba mendengarkan percakapan mereka tapi tidak ada yang jelas terdengar kayak nya mereka berbisik, hanya suara cekikikan saja yang terdengar jelas.
“Ah bodo amat…” aku menyambar handukku bermaksud mandi, perut lapar sudah minta di isi. Buru buru aku masuk kamar mandi dan menyelesaikan ritual mandiku. Tiba tiba sebuah ide semalam muncul di benakku. Dan si otong mengiyakan dengan berdiri tegak. Ide gila… dengan handuk melilit pinggang aku keluar dari kamar mandi..

Aku tersentak kaget ketika membuka pintu kamar mandi kulihat Siti tersenyum menyambut.
“Ngapain kamu disini, nanti dilihat Ida… “aku berseru setengah berbisik. Tapi Siti Cuma tersenyum kecil.
“mau nagih yang semalem” katanya
“oke … tapi ntar dulu aku laper… mau makan dulu ya…”
“Hari ini kamu makan dirumahnya Ida, kami akan melayani kamu… sana cepat ganti baju, aku tunggu di Ida ya… “ Siti langsung ngeloyor pergi, tinggalah aku yang terbengong kebingungan sendiri.

Segera kuturuti perintahnya Siti. Aku ganti baju kemudian langsuk ke kamarnya ida, kulihat kedua wanita itu tersenyum senyum dengan genitnya, mulanya aku yang berfikir dapat melakukan ini tak tahunya ideku diambil duluan oleh mereka, sekarang aku deg degan sendiri. Aku dilayani makan bak seorang raja diapit dua selir. Sungguh sebuah keadaan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Setelah selesai makan mereka mulai memperkosaku, aku tidak diijinkan bergerak hanya tidur terlentang dan telanjang di atas kasur dengan posisi kepala diganjal dengan beberapa buah bantal sehingga kelihatan seperti setengah duduk, mereka mulai memuaskan diri mereka.

Siti menyuguhi mulutku dengan dua bukit kembarnya yang langsung kujilat dan ku hisap dengan lahap, sementara Ida bermain dengan kontolku, dia menjilat, mengulum, dan mengocok ngocok kontolku.
Tiba tiba Siti membalikkan badannya dengan posisi mebelakangi ku dia menyuguhi mulutku dengan vaginanya yang sudah basah, akupun mulai menjilati vaginanya, pantat Siti naik turun didepan wajahku dan dia selalu mendesah keenakan ketika aku melakukan sedotan kecil pada clitorisnya, lain halnya dengan Ida sekarang posisinya berhadapan dengan Siti, dia mencoba memasukkan kontolku kedalam vaginanya, masih sempit seperti kemarin tapi akhirnya amblas juga, dengan berani Ida mencium payudara Siti, tampak Siti agak gelagapan tapi perlahan kemudian dia mulai menikmati.
Ida melakukan panetrasi… sama seperti kemarin .. hanya dengan beberapa sodokan saja Ida mulai kelojotan, Siti membelai belai rambut Ida setiap kali Ida mendapat orgasme…. Mungkin sudah 3 kali Ida mengalami orgasme dengan posisi seperti itu. Siti mengambil alih posisi Ida sekarang dia melakukan panetrasi, gerakannya bersemangat, tidak seperti biasanya Siti selalu lembut mainnya. Ida membantu Siti dengan memberikan gesekan gesekan pada pantatnya Siti.

Kali ini Siti menyerah dengan cepat, teriakannya tidak terbendung, mungkin kedengaran sampai keluar kamar. Dan dia mengejang sangat lama diatas kontolku. Siti kelelahan dia berbaring di sebelahku, kini giliran Ida melanjutkan, dengan menelungkup diatas tubuhku dia menggerakkan pinggulnya, aku membantu memberikan sodokan dari bawah,

Siti tertidur pulas, dan Ida masih bersemangat meskipun sudah orgasme beberapa kali. Akhirnya aku pun tidak bertahan, kuberi tanda pada Ida kalau aku sudah mau keluar, Ida membenamkan penisku dalam dalam kedalam vaginanya tak lama kemudian kami menjerit bersamaan. Ida rebah diatas dadaku sementara kontolku masih berdenyut denyut memuntahkan sperma didalam vaginanya.

Beberapa saat kemudian Ida menghempaskan tubuhnya disamping kiriku, sekarang aku diapit dua wanita yang sedang telanjang bulat, tak terasa aku sempat tertidur bersama mereka, Siti yang terbangun pertama mengingatkan ku untuk kembali ke kamar. Aku keluar dari kamar Ida dengan gontai….

Tanpa menyadari sepasang mata mengikutiku ketika keluar dari kamarnya Ida, mataku bertemu pandang dengan Indah yang rupanya tanpa sengaja memergoki aku aku keluar dari kamar Ida. Matanya penuh tanda tanya.

Tapi kemudian secepatnya aku memberi kode dengan menempelkan telunjuk di bibir, Indah menggeleng dan tersenyum aneh….
” Gawat kalau sampai Indah buka rahasia..” aku tidak bisa tenang memikirkan senyum aneh Indah. Setelah kuintip aman dibelakang aku masuk kekamarnya Siti, aku menceritakan kalau Indah mengetahui rahasia kami, Siti memanggil Ida, kami mengatur siasat di kamar Siti, Siti dan Ida sepakat menunjukku untuk menyelesaikan masalah ini, dan mereka akan membantu.

Aku berinisiatif mendatangi kamar Indah hari itu juga mumpung suaminya sedang kerja, Siti dan Ida bertugas mengamankan keadaan.
Aku mengetuk pintu kamar belakang Indah, segera pintu terbuka dan aku disambut dengan alis berkernyit….
“dik Indah, boleh kita bicara?” aku membuka percakapan
“ada apa?” dia balik bertanya
“tentang yang tadi itu lho”
“emang kenapa mas” dia bertanya lagi. Sialan anak ini mau ngerjain apa beneran bego…
“aku Cuma minta kamu jangan cerita sama orang lain termasuk suamimu, ngerti khan nanti urusannya bias jadi panjang” aku mencoba menjelaskan.

“oooh itu… indah nggak bakalan cerita kok” jawab indah, tapi aku tetap merasa tidak yakin.
“boleh mas masuk?”
“jangan mas … nanti diliat orang, dikira kita ngpa ngapain…” indah berkelit.
“tenang aja …aman kok . sudah kusuruh Ida jagain kita, mas Cuma perlu ngomong serius” kataku meyakinkannya
“ya udah … masuk aja, tapi jangan lama lama ya mas…” aku mengangguk mengiyakan.

“emang mas ngapain dikamar mbak Ida, kayaknya rame banget” pertanyaan indah meluncur begitu aku duduk di pinggir dipannya.
“kayak nggak tahu aja, urusan orang dewasa” aku menjawab sekenanya
“bener mas aku nggak tahu, aku Cuma denger mbak Ida merintih rintih”
“ nah itu lah… “ aku kehabisan kata. “kamu tahu selingkuh?” aku menyambung
“tahu mas .. kayak di filem itu ya..” jawab indah. Oh ternyata anak ini memang benar benar lugu.

Akhirnya aku menjelaskan panjang lebar tentang apa yang terjadi dan aku wanti wanti minta dia untuk merahasiakan dari siapapun.
“mas … emangnya ****** orang beda beda ya rasanya?” indah bertanya dengan polosnya
“ya gitu deh, ada yang besar, ada yang panjang, ada yang keras emang kmu nggak tahu? Tanya ku pula
“aku sih tahunya ****** suamiku aja” jawabnya
“gmana rasanya ****** suamimu?”
“enak sih mas… apalagi kalau keluarnya pas barengan”

“mmm… kamu mau liat kontolku gak? Nanti kmu bias bedain”
“iya nih mas… pingin liat ****** yang bisa bikin mbak Siti sama mbak Ida sampai teriak teriak”
Tanpa menunggu aba aba aku langsung menurun kan celanaku, lalu kukeluarkan kontolku yang sudah berdiri dari tadi, lalu aku elus perlahan didepannya indah. Indah nampak kaget dengan pemandangan yang kusuguhkan …

“besar ya mas…. Lebih besar dari punya suamiku, dan uratnya itu mask ok sampai keliatan gitu…”
“inilagi tegang … kmu pegang aja biar nggak penasaran” ragu ragu indah mengulurkan tangannya. Aku segera membantunya dengan menaruh tangan indah pada ****** ku.

“kok anget ya mas” begitu komennya ketika tangannya mulai menggenggam kontolku. Aku tidak menjawab langsung saja tanganku meraba buah dada indah dan wow….
Kenyal dan mengkal seperti gadis. Aku baru menyadari kalau indah ini umurnya baru 18 tahun dan belum pernah punya anak. Indah seperti mendapat mainan baru… dia terus saja mengelus elus kontolku.

Aku mulai melucuti pakaiannya. Kaus longgar yang membungkus tubuhnya lepas sudah, aku lanjutkan lagi dengan membuka kaitan Bhnya, Indah sangat kooperatif melepaskan pakaiannya. Mulutku mulai mengulum buah dada indah. Dia mulai menggelinjang. Aku puaskan diriku menikmati buah dada yang ranum itu.

Indah kutidurkan perlahan… kupeloroti roknya sekalian dengan CDnya. Tampak lah pemandangan yang luar biasa… Indah telanjang di kasurnya. Aku menindih tubuh Indah dengan posisi mulutku pas di payudaranya.

Kupermainkan putingnya dengan lidahku dan tangan ku pun tak henti meremas remas buah dadanya.
“mas … masukin dong kontolnya, indah pingin tahu rasanya ****** gede”
“iya… kamu bantuin ya… “

Indah mengangkangkan pahanya sedikit sementara tangannya masih memegang kontolku, dia berupaya mengarahkan kontolku ke vaginanya. Kepala kontolku sudah menyentuh bibir vaginanya yang sudah basah tapi belum bisa memasuki lubangnya. Masih sempit sekali pikirku…. Pelan pelan kutusukkan kontolku… mulanya kepalanya dan kucabut lagi.. Indah hanya melongo… sedikit demi sedikit vagina Indah mulai beradaptasi dengan kontolku sampai kurasakan saat yang tepat aku menghujamkan kontolku dengan keras sampai semuanya amblas..

“ufffhhh….” Hanya itu suara yang keluar dari mulut indah. Sedangkan aku merasakan kontolku terjepit benda hangat yang sangat licin. Aku merasakan kedutan kedutan sekitar dinding vaginanya seakan akan meremas remas si otong yang tidak bebas bergerak didalam sana.

Perlahan kumulai gerakan maju mundur… Indah hanya menggigit bibirnya … tidak ada suara yang keluar… beberapa saat kemudian kulihat wajah Indah berubah merah … seperti menahan sesuatu, kepalanya menggeleng geleng dengan beringas…

“lepaskan saja indah…” bisikku… dan tiba tiba Indah menjepit keras kontolku …..
“adu du du du du duh…. Uhuk uhuk…. “ Indah menangis, dia melepas ketegangannya. Kubiarkan Indah tenang sejenak , kontolku masih menancap dalam vaginanya.
“gmana rasanya indah? Aku berbisik setelah cengkeraman vaginanya agak mengendur…

“enaaak sekali mas… indah seperti mengawang awang, indah belum pernah dapat yang seperti ini dari suami” jawabnya jujur.
“mau dilanjutkan?” tanyaku
“mau doong … indah pingin dapet sekali lagi boleh?” aku hanya mengangguk tersenyum.

Maka mulailah lagi pertempuran dengan indah. Dalam hal ini aku lebih banya memberikan instruksi karena Indah sangat tidak berpengalaman. Hari itu aku ajari dia gaya nungging dan WOT, indah mendapat orgasmenya disetiap gaya yang di praktekkan, aku sendiri melepaskan spermaku beberapa saat setelah Indah orgasme pada gaya WOT.

“Ingat ya… jangan bilang siapa siapa… “ akumengingatkan kembali saat hendak keluar dari kamar.
“Iya mas… asal indah dikasi pinjem kontolnya mas, giliran sama mbak Siti dan mbak ida ya… “ Siti tersenyum penuh arti. Akupun tersenyum. Siapa mau nolak barang bagus seperti indah……..

Kisah ku di kos bik sumi ini berlanjut panjang, melayani 3 wanita dalam hidupku ternyata tidak
mudah, terutama Siti yang sering cemburu. Namun demikian mereka dapat menyimpan rahasia dengan sangat baik. Siti dan ida sering kuajak bermain bersama dilosmen sedangkan indah tidak berani keluar karena sangat takut sama suaminya.

Masih ada kisah yang tersisa yang ingin kuceritakan. Itupun jika pembaca tertarik… kalau tidak ya kita cukupkan samai di sini saja……..

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: